Melayani Tepung Premix Donat Enak Empuk Halal ala DKU sudah dipakai di Malaysia Brunei Singapore. Juga melayani kursus aneka kue ke seluruh Indonesia & luar negeri. Hubungi Rosidah Donat DKU Sms/WA 0858-5035-8188. Mohon Tidak Copy-Paste Isi Blog ini Tanpa Se-Izin dari Pemilik Blog Donat Kampung Utami - DKUDONUTS. Blog DKU Donuts ini selalu posisi No.1 versi Google Search Indonesia (google.co.id) untuk kata kunci "DONAT INDONESIA".

Saturday, December 27, 2008

Siang Reuni Smarihasta 88 di Malang, Malam Hadiri Parade Music Stop HIV-AIDS di Jombang

Siang, Hadiri Reuni Smarihasta 88 di Malang. Jam 2 dini hari saya sudah wake-up membuat donat. Sejumlah pesanan donat harus saya persiapkan, karena diambil pagi. Jam 8 semua pesanan donat telah selesai. Sementara kawan-kawan alumni smarihasta angkatan 1988, beberapa kali calling untuk memastikan kedatangan saya di acara reuni. Jam 9 pagi, saya akhirnya memastikan berangkat ke acara “ngumpul maneh” Smarihasta '88 di Hotel University In, Malang, 27 Desember 2008. "Hai Rosidah, donat kampung memang luar biasa, terkenal dimana-mana, piyeh kabarmu?", sambutan awal para sahabat alumni. "Halah, cuma donat Rp 500 saja, apa yang luar biasa", sambil tersenyum saya balik bertanya.

Demikianlah kemudian kami saling ramah-tamah dengan teman-teman se-angkatan 1988. Tahun 1991 adalah tahun kelulusan kami, berarti 17 tahun berlalu. Namun kenangan itu seakan-akan seperti kemarin saja di angan-angan. “Hari kemarin adalah kenangan, hari ini adalah realita, hari esok adalah harapan”, begitu Pak Kamilun menyampaikan sambutan di acara ngumpul maneh. Kala itu, Pak Kamilum merupakan guru kami, pembimbing kami, kepala sekolah kami yang dikenal sabar, dan sangat disegani di kalangan siswa SMA Negeri 8 Malang.

Sejenak, saya sempat merenung di sela-sela sambutan beliau. Tentang kenangan SMA, perjalanan saya kini, dan harapan-harapan apa lagi di masa mendatang. Tapi sesaat kemudian, saya segera tersadar kembali ke acara reuni dalam suasana akrab dan menyenangkan. Reuni yang juga dihadiri beberapa guru Smarihasta ini, sangat mengesankan hingga akhir acara. Malam harinya, ingin kumpul bareng lagi dengan sahabat-sahabat Sos-3. Tapi, saya harus segera pulang ke Jombang. Karena menghadiri acara Parade Music Stop HIV-AIDS dan ada pesanan donat dan kue yang di ambil besok.

Malam, Langsung Hadiri Parade Music STOP HIV-AIDS di Jombang. Alhamdulillah, sampai di Jombang jam 7 malam. Sejam kemudian, saya menghadiri Parade Music Stop HIV AIDS di Jombang. Acara ini digelar, antara lain kerjasama Donat Kampoeng Utami (DKU) dengan Radio Surga FM, dalam rangka memperingati Hari Stop HIV-AIDS Sedunia dan Hari Anti Narkoba. Selain dari Jombang, acara parade musik ini dihadiri group band remaja lainnya dari berbagai kota di Jawa Timur, termasuk Surabaya. Selain off-air, acara parade musik yang digemari para remaja ini juga di siarkan secara on-air dan on-line melalui Radio Surga FM dan di-relay 2 radio komunitas lainnya di Jombang.

Monday, December 22, 2008

Wartawan New York, Bicarakan Donat Kampung Indonesia - Kado Hari Ibu, Profil Perempuan Indonesia Akhir Tahun 2008 di Jawa Pos, Radar Mojokerto

Menjelang Hari Ibu (Mother's Day), yang diperingati 22 Desember 2008, profile saya terpilih dimuat di Radar Mojokerto, Jawa Pos, edisi Minggu 21 Desember 2008.

Mother's day, peristiwa penting ini bermula tanggal 22-25 Desember 1928 di Jogjakarta, saat diadakannya Konggres Perempuan Indonesia I. Momentum itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Sedangkan penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Di mancanegara, peringatan Mother’s Day juga ada di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, dan diperingati setiap bulan Maret.

Kini peran Wanita Indonesia, semakin meluas di berbagai bidang kehidupan. Bagaimanapun, semangat dan perjuangan para perempuan sangat penting dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Sesungguhnya Indonesia punya banyak generasi wanita kreatif. Dan dengan sedikit sentuhan investasi, saya yakin bahwa kreatifitas itu akan mengabarkan kebesaran bangsa ini ke seluruh penjuru dunia.

Demikian juga, bagaimana perjuangan saya membangun image donat kampung menjadi donat berkelas, sehat termurah. Donat dari kampung, donat ndeso yang awalnya menghidupi orang di kampung-kampung itu, kini mampu menembus batas antar negara bahkan lintas benua. Energi luar biasa besarnya telah saya pancarkan melalui berbagai edukasi di setiap kesempatan saya.

Sebuah situs milik
Duane Reade, sebuah perusahaan retail raksasa di New York City, yaitu blog International Donut Reporter, NYC Donut Report, juga membahas donat kampung Indonesia di situs mereka, Kampoeng Utami Donuts, Suitable for All Agendas. Saya dapatkan link ini ketika ada teman saya mengabarkan bahwa donat kampung menjadi perbincangan di kalangan wartawan kuliner AS. Donat kampung utami, donat Rp 500,- yang mampu menembus image di negeri paman sam itu. Sebuah kado luar biasa, betapa penting peran wanita Indonesia. Ini sekaligus juga sebagai kado saya di akhir tahun 2008. Kado dari Jawa Pos - Radar Mojokerto, berupa berita profile saya, "Lebih Dekat dengan Rosidah W Utami, Perempuan Entrepreneur Jombang".

Manakala berita donat resep standar Rp 500,- buatan saya bisa menembus batas negara, maka donat resep premium Rp 5.000,- buatan saya, pun akhirnya dengan dukungan investor Indonesia, yakin pula akan mengabarkan ke penjuru dunia, bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar.

Tuesday, December 02, 2008

Atribut Partai Politik dan Kampanye Pemilu 2009 Bisa di Atas Kue Tart dan Donat

Hanya ada di Jombang, Jawa Timur. Menuangkan ide kreatif bisa banyak cara. Yaitu Kampanye Pemilu 2009 melalui kue tart dihias chocolate logo partai politik. Saat beberapa pihak telah menghubungi saya kemudian order kue tart. Dan saya ahlinya, membuat kue tart dan donat berhiaskan butter-cream dan chocolate bermotif atribut sebuah partai politik. Selain pada kue tart, saya juga ahli menghias dan membatik hiasan pada brownies, dan cake kue bermotif logo partai politik, logo perusahaan, logo lembaga, logo instansi, dan logo organisasi.

Bukan pekerjaan mudah bagi Donat Kampoeng Utami (DKU). Ini bukti, bahwa kepercayaan pelanggan DKU di Jombang adalah wujud dari keseriusan DKU untuk selalu memenuhi kepuasan pelanggan. Saya yakin tak banyak orang mampu menghias kue seperti ini. Bukan pekerjaan mudah, perlu keahlian khusus untuk melukis di atas kue. Selain harus punya bakat melukis, juga membutuhkan ketelitian, kejelian, dan kesabaran yang tinggi. Sehingga hiasan kue tart parpol itu nampak cantik, indah, sempurna, dan menarik. Agar mudah diingat, kue tart itu saya namakan Kue Tart Pemilu 2009 atau KTP 2009. Dampaknya, tak main-main, Kue Tart Pemilu 2009 terbukti merupakan sarana kampanye yang murah tapi efektif untuk menyongsong Pemilihan Umum (Pemilu) 2009.

Selain efektif, makan kue tart pemilu secara psikologis dapat memberikan sentuhan kebersamaan. Karena kue tart ini bisa dinikmati oleh semua yang hadir di dalam forum-forum terbatas. Misalnya saat peresmian, syukuran, kampanye parpol yang dilakukan secara tertutup di dalam gedung. Jadi mulai pemotongan kue secara simbolis (ceremonial) oleh ketua partai, Pembagian kue kepada anggota partai yang hadir dalam forum tersebut, kemudian dinikmati bersama-sama. Kue tart pemilu 2009 juga dapat dijadikan momentum pendorong semangat kebersamaan di antara pengurus partai sebagai gong diawalinya pesta demokrasi.

Agar netral, hasil kreatifitas saya pada kue tart pemilu memang seharusnya tidak saya display di blog DKU. Saya akan dengan senang hati, melayani siapapun yang datang pada saya, untuk sepotong kue. Dan saya yakin dan berdoa, bahwa diantara yang datang pada saya adalah orang-orang sukses. Bergabung dan berinteraksi dengan orang-orang sukses, yakin bahwa kita juga akan sukses. Semoga Indonesia memperoleh pemimpin yang amanah dan dicintai rakyatnya. Welcome to Indonesia Election 2009.

Monday, December 01, 2008

Eagle’s Spirit, Pakar NLP Indonesia Juga Kunjungi Donat Kampung

Siapa sangka jika tiba-tiba saya didatangi seorang muda, tapi senior di bidang training & motivation. Beliau, Edy Santoso (foto:kiri), pendiri Eagle’s Spirit yang juga pakar NLP Indonesia yang bermarkas di Jakarta itu, kemarin (30/11) sempatkan berkunjung ke kedai saya, kedai donatnya orang kampung di Jombang, Jawa Timur. Kiprahnya sejak tahun 1996, menunjukan pengalamannya lebih dari 12 tahun dalam bidang Trainer & Motivator.

Dikenal sebagai sosok enerjik dan dinamis, beliau juga seorang praktisi Neuro Linguistic Programming (NLP) yang telah memberikan pelatihan kepada ribuan peserta di seluruh Indonesia dengan spesialisasi pada bidang Motivation, Sales & Marketing, Leadership, Personal Development & Team Building yang dikemas dengan menggunakan teknik-teknik Dahsyat Neuro Linguistic Programming (NLP) yang telah terbukti manjur di seluruh dunia. Kedatangan beliau ini didampingi seorang pakar training SDM dan motivator, Pintor Sagala, yang juga sebagai Direktur Maneuver Praga Strategy (MPS). Sebelum ke DKU, beliau berdua menghadiri undangan untuk memberikan materi training & motivation di Bank Indonesia Cabang Kediri.

Dalam kesempatan singkat itu, beliau berdua sempat memberikan kapsul spirit kepada saya dan bagaimana gambaran DKU ke depan. Saat beliau berdua bertanya, "Apa kunci sukses ibu dalam membangun image kedai donat kampung?" Saya hanya bisa menjawabnya: "Saya tak punya kunci sukses sebagaimana yang Bapak maksudkan, saya hanya ikhlas saja melayani orang-orang yang datang pada saya". Kemudian kami diskusi seputar perkembangan kedai kecil ini.

Di akhir kunjungan, beliau juga membawa oleh-oleh khas kota Jombang, Kue Gupal DKU yang sudah dikenal masyarakat Indonesia. Pak Pintor Sagala sempat terkejut dan berguman, "wow, luar biasa", saat membaca spanduk banner DKU bertuliskan "Produsen & Grosir Kue Kering Termurah di Indonesia". Kami pun tertawa bersama dan mengakhiri perjumpaan persahabatan ini dengan lambaian tangan setalah sekitar satu jam kami sharing. Karena beliau berdua harus segera take-flight dari Bandara Internasional Juanda menuju Jakarta.

Tuesday, November 11, 2008

Agar Dikenal, Jual Donat Kampung Tak Perlu Marketing

Di Jombang, Indonesia, Saya melayani sepotong donat Rp 500 untuk memenuhi keinginan para pelanggan. Tidak Lebih, karena saya hanya bisa berfikir sederhana. Agar dikenal, melayani sepotong donat kampung Rp 500, tak perlu marketing. Saya-pun tak berjualan donat di pasar, mall, ataupun di pusat keramaian lainnya, seperti halnya yang dilakukan oleh kebanyakan orang dan toko donat dan roti (donuts & bakery shop).

Hanya saja, saya selalu berpartisipasi mendukung pemerintah kabupaten Jombang
dalam setiap kegiatan expo atau pameran. Hal ini sebagai wujud keseriusan DKU untuk ikut serta membangun Jombang di bidang makanan oleh-oleh khas Jombang. Meski mikro, foto disamping (atas) merupakan bentuk partisipasi DKU dalam Gelar Potensi Jombang (GPJ) 2008, yang digelar tanggal 22-26 Oktober 2008 di alon-alon kota Jombang. Antusias pengunjung di stan DKU menggambarkan bahwa donat kampung buatan DKU sangat digemari semua lapisan masyarakat Jombang. Saya bukan menjual donut, tetapi saya lebih ingin memahami keinginan orang-orang yang datang pada saya.


Saya tak memenuhi "kesempurnaan" konsep marketing mix 4P (product, price, place, promotion), karena merk donat kampoeng utami (DKU) saya bangun layaknya di sebuah kedai kecil di perkampungan. DKU bukan berada di pusat keramaian. Saya juga sempat baca buku marketing mix, malah menjadikan saya bingung. Karena donat kampong buatan saya justru diburu pelanggan, meskipun tak memenuhi konsep “place” anjuran marketing mix. Saya-pun juga tak mengerti, mengapa donat kampung dan kedai itu memberikan daya tarik dan aura luar biasa kepada banyak orang.


Saya-pun tak mampu menerjemahkan konsep STP (Segmentation, Targeting, dan Positioning) yang selalu di bahas oleh pakar marketing dan akademisi di meja seminar, media cetak, tv, dan lembaga pendidikan dengan investasi seminar jutaan rupiah. Donat kampung buatan saya seperti tak memerlukan STP, karena siapapun dan dari segmentasi manapun merasa puas mendapatkan donat kampong buatan saya. Kedai DKU juga bukan toko bakery, karena tak memenuhi standar minimal sebagai bakery shop. DKU merupakan rumah donat sederhana di kampong, di pinggiran kota di Jombang.


Saya-pun tak memenuhi standar pelayanan pesan antar. Sehingga semua pesanan donut kampong harus di ambil sendiri oleh pelanggan di kedai DKU. Karena menurut keyakinan saya, layanan 'pesan antar' adalah pemborosan energi yang sama sekali tidak signifikan terhadap peningkatan penjualan. Tapi, saya melayani dengan hati kepada orang-orang yang datang pada saya untuk mendapatkan donat murah kualitas mall, yang mungkin tak boleh didapatkan di tempat lain di seluruh dunia sekalipun. Komunitas pelanggan loyal DKU, lebih banyak memahami bahwa donat kampung DKU sudah menjadi bagian dari kebutuhan dalam kehidupan mereka.


Kalaupun pada masanya, DKU berada di lokasi pusat keramaian, bukan berarti saya ingin memenuhi konsep marketing mix. Tapi, pelanggan-lah yang selama ini menginginkan DKU berlokasi di pusat keramaian. Insya Allah, saya yakin Donat Kampoeng Utami, pada masanya akan melakukannya. (Ditulis di Butterworth).

Friday, October 24, 2008

Donat Kampoeng Utami Peroleh Sertifikasi HALAL-MUI

Alhamdulillah, hanya dengan kata itu saya ber-syukur dan ber-munajad. Hari ini, Jumat 24 Oktober 2008, saya mendapat kabar dari Indonesia, bahwa Donat Kampung Utami telah lulus uji kehalalan dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) Jawa Timur. Semua diluar kemampuan saya, karena upaya dan prosedur ini berjalan atas dukungan kawan-kawan Pengurus Persatuan Pengusaha Makanan dan Minuman (Permamin) Jombang dan Pemerintah Kabupaten Jombang. Meskipun saya informasikan terlambat, namun Donat Kampoeng Utami telah mendapat sertifikasi HALAL-MUI bulan September 2008 yang lalu.

Bukan suatu kebetulan, namun saya meyakini bahwa bulan Ramadhan 1429H, September 2008, adalah momentum luar biasa atas perjalanan ini. Filosofi hijrah, adalah konsepsi yang sangat penting dalam hidup kami sebagai ciptaan, yaitu perpindahan kepada suatu atmosfer cahaya yang terang benderang, halalan thoyyiban (halal dan baik). Sesuatu yang baik dan buruk, pada masa kini, pada masa akhir dari dunia, dunia yang usianya semakin menua, dunia yang kapitalis materialistik, maka baik dan buruk akan lebih terasa dalam hati, nampak dalam pandangan mata, yang konsekuensinya berdampak langsung dalam kehidupan setiap manusia.

Memegang amanah halal, adalah sebuah tanggung jawab hati nurani (batiniah). Detik ini, formalitas label halal adalah ujian harfiah bagi saya untuk jujur kepada Tuhan (vertikal), Yang Maha Pencipta. Yang sebenarnya tanpa formalitas halal (horizontal), saya telah bertahun-tahun melakukan dengan dasar keimanan saya. Sebagaimana ada 5 pilar yang saya yakini sebagai kunci keberlanjutan agar kami tetap bisa survive. Jujur, Ikhlas, Profesional, Bersahabat, dan Rendah Hati. Mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan dan kekuatan atas pilihan ini.

Sekali lagi terima kasih Permamin, pemerintah kabupaten Jombang, seluruh masyarakat pelanggan Donat Kampoeng Utami, dan LPPOM-MUI Jawa Timur, serta kawan-kawan di milis Yahoo Groups, yang telah mendukung DKU sebagai produk HALAL dan BAIK. (Ditulis di Butterworth).

Friday, October 17, 2008

Setelah Trans TV dan Surya Daily News, Kue GUPAL Kampoeng DKU Juga Dikenal di Luar Negeri

Di tengah kesibukan saya, malam ini, saya sempatkan posting. Kabar dari Indonesia, yang saya peroleh dari my family, pada moment menjelang dan selepas Idul Fitri, Kue GUPAL Kampoeng DKU semakin populer di seluruh Nusantara. Melalui Wisata Kuliner Trans TV, disusul berita Kue Gupal DKU di Koran Harian Surya Daily News tanggal 4 Oktober 2008, kue GUPAL DKU buatan Donat Kampoeng Utami semakin diburu pelanggan, dari seluruh Indonesia bahkan sampai ke luar negeri.

Sepanjang moment Idul Fitri 2008, sebanyak 1000 pack Kue Gupal DKU kemasan toples 300 gram laris terjual. Hampir tiap hari nyaris kehabisan stok Kue Gupal DKU di kedai kami. Tak hanya konsumen lokal Indonesia, setelah Kue GUPAL DKU bersama Pak Bondan Winarno Mak-NYUSS di Trans-TV, kini Kue GULO PALEM Kampoeng DKU atau Kue GUPAL Kampoeng DKU juga diminati pelanggan luar negeri. Selain pembeli dari berbagai pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Bali, Kue GUPAL Kampoeng juga diminati konsumen dari Singapore, dan Brunei.

Saya hanya bisa memantau perkembangan DKU di Jombang via phone atau email. Saya akan sering ke negeri ini untuk urusan bisnis dalam setiap tiga bulan sekali, Insya Allah. Atau mungkin, keluarga kami akan stay dalam masa yang lama di sini. Namun, saya mulai merasakan culture-shock. Saya pun juga mulai rindu pada bisnis saya di Indonesia. Saya juga rindu masakan Jombang, nasi pecel dan nasi goreng Jawa. Tentu saja, saya juga rindu pada kedua anak saya, Dynta dan Qutub. Yang selalu menyemangati saya dalam hari-hari kerja saya di Indonesia.

Kabar dari Indonesia pula, pada moment Idul Fitri, DKU mendapat tamu istimewa dari Wartawan Senior Detik.com, Sapto Anggoro. Beliau, Pak Sapto Anggoro adalah pernah menjadi wartawan olahraga Surabaya Post 1987, Berita Buana Jakarta 1990, Republika (1993-99), lalu detikcom dari 1998 hingga kini. Dikabarkan bahwa ada investor Jakarta kini tengah menjajaki bisnis kuliner terutama bisnis donat kelas premium, dan bisa jadi apabila sefaham, dimungkinkan ingin mengajak kami untuk mengembangkan bisnis donat premium di Indonesia.

Saya sebenarnya juga telah sering kontak via email dengan perusahaan raksasa dari Negeri Brunei Darussalam yang bermarkas di Kuala Belait, yaitu Serikandi Group, untuk berbisnis dan mengembangkan perniagaan kue-kue Melayu di Brunei Darussalam. Serikandi Group adalah sebuah holding raksasa yang bergerak di Oil Field Services, Cafe and Restaurant, Marine and Enginering, Management Services, IT Solution, Food and Packaging, and Trading.

Kemudian yang terakhir, pekan ini, saya telah dikontak oleh investor dari Arab Saudi yang juga tertarik pada bisnis donut. Rencananya, kami akan mendiskusikan konsep dan aplikasinya pada akhir Oktober 2008 atau awal bulan Nopember 2008. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kekuatan kepada saya, dan memudahkan segala urusan ini menjadi yang terbaik dan barokah. (Ditulis Midnight, di Butterworth).

Wednesday, September 17, 2008

Kue GUPAL Kampoeng di Wisata Kuliner TransTV

Hari ini, Rabu 17 September 2008, saya mendapat khabar dari Indonesia tentang acara Wisata Kuliner bersama Pak Bondan TransTV. Beliau, Bondan Winarno, adalah seorang penulis dan wartawan Indonesia dengan berbagai kebisaan. Beliau memelopori dan menjadi ketua Jalansutra, suatu komunitas wisata boga yang sangat terkenal di Indonesia.

Hari ini, tepatnya jam 14:30 WIB, acara wisata kuliner ditayangkan. Pemilihan daerah wisata kali ini adalah Mojokerto dan Jombang. Untuk Jombang salah satunya dipilih ”Kue Gulo Palem Kampoeng” buatan Donat Kampoeng Utami (DKU). GUPAL, kue kampung yang kini menjadi salah satu pilihan obyek wisata Pak Bondan, mak-nyus.


Meskipun saya tak mengikuti prosesi shooting di kedai DKU di Jombang dilaksanakan. Tapi, saya sangat bisa merasakan, bagaimana rasa gembira saya mendengar kabar itu dari suami saya. Sekaligus terharu meng-kilas balik perjalanan saya. Saya telah melakukannya bertahun-tahun, menjajahkan donat kampung mulai di kampung-kampung, sepanjang trotoar, pasar tardisional, sekolah-sekolah, pedagang sayur keliling, pameran usaha kecil/mikro, expo, kedai, sampai diundang sebagai pembicara seminar entrepreneur di berbagai university. Perjalanan panjang, mungkin melelahkan, tapi justru mengasyikkan bagi saya.


GUPAL Kampoeng, terinspirasi dari kukis (cookies) atau kue raya/ kuih aidil fitri/ kue lebaran. Di Indonesia, umumnya kue ini hanya dikonsumsi pada moment hari raya idul fitri. Dengan pemikiran dan prediksi market secara mendalam, formula kue raya itu saya modifikasi menjadi kue berbahan dasar rempah-rempah berkualitas pilihan. GUPAL Kampoeng, tak hanya boleh dinikmati pada moment hari raya, tapi nikmat pula dikonsumsi di segala suasana sepanjang masa. Selain nikmat, kandungan rempah-rempah di dalam GUPAL Kampoeng juga dapat menghangatkan badan.


Kue GUPAL Kampoeng boleh didapatkan di kedai DKU, ataupun di Show Room PERMAMIN – Pusat Oleh-oleh Khas Jombang, yang berlokasi di Jalan Merdeka, depan GOR Jombang. Harga eceran tertinggi Rp 15.000/toples 300 gram.


Terima kasih TransTV, Pak Bondan, Ibu Elke, dan Produser TransTV. Mudah-mudahan kue GUPAL Kampoeng menjadi inspirasi bagi pemirsa, dan dapat lebih berkenan bagi para pelanggan di seluruh tanah air. [Butterworth]

Tuesday, September 02, 2008

Harga Kue Lebaran / Kue Raya 2008

Penyesuaian Harga Kue Kering DKU berlaku mulai 1 September 2008 untuk Kemasan Toples +/300 gram:

Kue Kering Biasa (Mawar)
Rp 14.000,- (Simas)

Kue Kering Special
Rp 20.000 (Blue Band)

Kastengel = Rp 30.000

Nastar = Rp 23.000

Contoh Nastar kemasan +/300 gram seperti dalam gambar.
----------------
Harga tersebut diatas tidak termasuk ongkos kirim.



Kue Gulo Palem (GUPAL) Kampoeng = Rp 15.000
Gulo Palem Kampoeng atau GUPAL DKU terbuat dari bahan-bahan alami berkualitas pilihan. Bahan utama Gupal DKU yaitu gula palem (arecaceae), dan bubuk rempah yang terdiri dari Lada (pepper), Kayu manis (cinnamon), dan Pala(myristica fragrans).

Gulo Palem Kampoeng rasanya Legit, Renyah, Gurih. Murah, Sehat, dan Berkelas. Oleh-oleh Khas dari Kota Jombang, Jawa Timur, Indonesia.
Gupal DKU
, dapat MENGHANGATKAN BADAN
.

Tak hanya boleh dinikmati di moment Hari Raya, GUPAL Kampoeng boleh dimakan di segala suasana bersama anggota keluarga.

Wednesday, August 20, 2008

Terinspirasi Bogasari, Kini Dunia di Ujung Jari

Panggil saja saya, Rosidah. Orang kampung, yang berdagang donat kampung asal Jombang, Jawa Timur. Postur tidak terlalu tinggi, dan cenderung ramping. Tetapi Anugrah dari Tuhan Yang Maha Penguasa Alam Semesta ini, justru memberikan semangat dasyat untuk menaklukkan gandum Bogasari dan meramunya menjadi donat bercita rasa sempurna berkelas internasional. Hanya dengan alat hand mixer, masa demi masa, tahun demi tahun. Melalui jari-jari tanganku, lebih dari 7 tahun sudah kugenggam dasyat berbagai sifat tepung gandum buatan Indofood Bogasari Flour.

Bertahun-tahun pula, kuracik berbagai modifikasi dan formula berbahan dasar gandum dari dalam dapur 1x2 meter saja. Kini ujung jari-jari tangan itu telah membawaku bertumpuh di negeri muslim. Di sebuah pulau Mutiara, di tanah Melayu. Saya pun bisa bersujud dan munajad kepada-Nya melalui sajadah negeri ini. Ku angkat jari-jari tanganku dan memohon petunjuk-Nya.

Racikan itu selalu autorecall, seperti auto video-player dalam alam pikiran saya. Racikan yang hanya saya tulis dan saya save di dalam brain-disk. So secret, dan tentu tidak boleh ter-copy kecuali ada media yang sama. It is very in strict confidence password for everyone. Komposisi racikan adonan donat yang tepat adalah bukan kebetulan. Energi besar telah saya curahkan masa demi masa, tahun demi tahun. Kebesaran Allah, Tuhan Maha Pencipta, yang telah memberikan cahaya mata batin saya untuk melihat formula itu.

Tak ada gandum, maka tak ada donut. Gandum olahan Indofood Bogasari, adalah kali pertama menginspirasi saya. Jari-jari tangan saya rasanya tak ingin berhenti berkarya. Saya tuangkan ide-ide kreatif melalui berbagai dough. Dan saya pun akhirnya memilih doughnut, karena cake ini lebih universal ketimbang cake lainnya. Akhirnya terciptalah berbagai klasifikasi donat, standart-taste, medium-taste, premium-taste. Kini, berbagai negara yaitu Singapore, Brunei Darussalam, Saudi Arabia, Belanda telah contact saya, menanyakan dan memburu formula donut premium buatan saya. Mengajak dan menawari saya untuk terlibat pada berbagai mega-proyek.

Sungguh, kunjungan dari Team Bogasari Jakarta ke DKU, Rabu 18 Juni 2008, yaitu Bapak MR Pamungkas, Team SME Communication (Wacana Mitra) Bogasari Flour Mills, didampingi Team Commercial Division Bogasari Surabaya, Bapak Suroto (SME Section Head), Bapak Raharjo (Area Sales Promotion Supervisor), dan Bapak Budi (Sales Promotion), telah memberikan energi besar dalam hidup saya. Saya tak menyangka karena profil saya termuat di Majalah Wacana Mitra Edisi Juni 2008, "Nama boleh kampung, tapi kualitas ekspor". Terlebih lagi, saya baru mengetahui dari sahabat saya di Indonesia hari ini. Terima kasih Bogasari. (Ditulis di Butterworth, 20 Agustus 2008).

Friday, July 04, 2008

Menjadi Narasumber, Talkshow Wirausaha Muda Mandiri Radio SJFM Jombang

Kamis, 3 Juli 2008 saya diundang Radio Suara Jombang FM (104.1 MHz). Undangan kali ini sebagai narasumber / pembicara talk show dengan tema Wirausaha Muda Mandiri. Talk show dipandu oleh Mbak Ninda dan Mbak Rita dari SJFM. Bersama saya juga ada Ketua Persatuan Pengusaha Makanan dan Minuman (Permamin) Jombang. Ini bukan kali pertama saya menyemangati kawan-kawan saya di daerah. Tak hanya di berbagai talk show. Di forum diskusi dan seminar, saya sudah sering sampaikan pula. Bahwa negeri ini masih kekurangan jatah jumlah entrepreneur. Negeri ini membutuhkan para wirausaha muda tangguh. Karena wirausaha muda inilah yang sebenarnya mampu menopang perekonomian lokal. Walaupun hanya skala mikro, seperti Donat Kampoeng Utami.


Acara dimulai jam 09.00 wib, berdurasi satu jam. Dikemas juga dalam session interaktif dengan pendengar. Paparan perjalanan Donat Kampoeng Utami mulai dijajakan di trotoar sampai go international, menjadi topik yang menarik dalam dialog interaktif. Tak kalah menariknya, bahwa sampai kini, Saya telah tawarkan resep saya kepada lebih dari 10.000 investor Indonesia, hasilnya 100% menolak. Namun, kemudian ketika saya tawarkan kepada 200 investor dari luar Indonesia, dan yang ke-200 itulah menerima. Subhanallah, donat kampung yang akhirnya bisa membawa saya diterbangkan ke luar negeri. Selain itu, saya juga akan diundang ke Brunei Darussalam pada akhir tahun 2008 untuk berbisnis berbagai kue-kue tradisional khas Melayu.


Dalam acara tersebut, saya berikan pula simpulan, bagaimana DKU dijalankan. Sederhana, mengikuti arah air mengalir. Karena saya ini sebenarnya bukan seorang genius. Saya pun tidak memiliki konsepsi brilian seperti para pakar, birokrat, dan akademisi yang berkiblat pada referensi buku dan penelitian. Saya cuma pelaku. Berbuat untuk Sesuatu. Just Do It. Saya hanya punya semangat. Dan saya hanya punya kemampuan membakar semangat. Saya pun tak punya cukup capital untuk membesarkan DKU dengan kaki dan tangan saya.


Saya hanya mempropagandakan secara online. Sebuah konsep marketing spiritual yang tidak akan ditemukan dalam berbagai teori ekonomi dunia. Karenanya, Saya sangat berseberangan dengan rakusnya faham kapitalis. Marketing spiritual bertumpuh pada akses vertikal (hubungan pelaku dengan Sang Pencipta), yang diaplikasikan secara horizontal (aplikasi fungsi marketing sosial). Marketing spritual juga sangat berseberangan dengan manusia yang telah mati rasa tanggung jawab sosialnya. Oleh karenanya, saya hanya yakin marketing spiritual saja. Tidak Lebih. Berangkat dari 5 pilar DKU, tahun 2001 Bismillah saya melangkah dengan modal awal Rp 100.000,- saja. Jujur, ikhlas, profesional, silaturrahmi, dan murah hati.


Di akhir acara, DKU memberikan bingkisan kepada beberapa pendengar penelpon interaktif. Produk baru DKU, inovasi tahun 2008, Gula Palem Kampoeng atau GUPAL DKU. Gupal DKU terbuat dari bahan-bahan alami Indonesia berkualitas pilihan. Bahan utama Gupal DKU yaitu gula palem (arecaceae), dan bubuk rempah yang terdiri dari Lada (pepper), Kayu manis (cinnamon), dan Pala(myristica fragrans). Gulo Palem Kampoeng rasanya Legit, Renyah, Gurih. Murah, Sehat, dan Berkelas. Oleh-oleh Khas dari Kota Jombang, Jawa Timur. Gupal DKU, dapat MENGHANGATKAN BADAN. Cocok dimakan di segala suasana bersama keluarga. Harga Satuan Tertinggi cuma Rp 14.500 / toples 300 gr. Gupal DKU juga bisa diperoleh di Show Room Permamin, Pusat Oleh-oleh Khas Jombang, di depan GOR Jombang, di Jalan Merdeka Jombang.

Wednesday, July 02, 2008

Penggiat dan Penulis Buku CSR, Kunjungi Donat Kampung

Minggu, 29 Juni 2008, ke sekian kali saya dikunjungi orang-orang istimewa. Siapa tak kenal Yusuf Wibisono, Pengarang buku “Membedah Konsep dan Aplikasi CSR (Corporate Social Responsibility)”. Buku tersebut sudah diterbitkan sekitar pertengahan 2007. Selain penulis, Bapak Yusuf Wibisono, sehari-hari juga dikenal sebagai Kepala Departemen Infokom Biro Hubungan Masyarakat (Public Relation Section Head) PT Petrokimia Gresik, yang juga penggiat dan praktisi CSR. Buku CSR yang ditulisnya, berangkat dari rasa kegelisahan saat dirinya menemukan fakta. Banyak perusahaan yang sering diprotes dan di unjukrasa warga sekitar, bahkan hingga taraf perusakan aset perusahaan. Rasa gelisah itu hampir berkecamuk selama tiga tahun, sebelum buku itu berhasil diterbitkannya Juli 2007.


Hobby blusukan ke daerah, membuat beliau terprovokasi mengunjungi kedainya orang desa. Kedai saya yang cuma berdimensi 3x3 meter, Donat Kampoeng Utami di Jombang. Bagaimanapun setiap silaturrahmi akan membawa aura berkah dan rejeki. Silaturrahmi, adalah bagian dari 5 pilar konsep dan aplikasi DKU kepada semua tamunya. Kami sharing pengalaman, dari seminar ke seminar, serta beberapa topik kehidupan sosial kemasyarakatan. Termasuk semangat entrepreneur dengan berbagai literaturnya. Beliau banyak memberikan spirit dan wawasan kepada saya, sehingga semakin menambah semangat saya untuk membangun market donat kampung.


Memang, CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan, saat ini telah menjadi konsep yang sering didengar. Definisinya sendiri masih menjadi perdebatan di antara para praktisi maupun akademisi. Mudah-mudahan, CSR yang telah digiatkan beberapa perusahaan di Indonesia tidak disalahgunakan untuk melakukan corporate greenwash atau pengelabuan citra perusahaan belaka. Tetapi bisa menjadi suatu wahana yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Monday, June 23, 2008

Terealisasi, Kredit Usaha Rakyat dari BRI

Atas saran Presdir PeacBromo minggu lalu, Alhamdulillah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang saya ajukan kepada BRI untuk tambahan modal kerja donat kampung, akhirnya terealisasi hari ini. "Untuk bisa menjadi besar, harus belajar dari kesempatan-kesempatan kecil. Termasuk bagaimana cara berhubungan dengan bank", demikianlah, saran beliau kepada saya minggu lalu. KUR merupakan program penyaluran penjaminan kredit melalui perbankan untuk mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif Indonesia di tingkat usaha kecil yang berbasis warisan budaya bangsa.


Kredit Usaha Rakyat ini diperuntukkan khususnya bagi pengusaha mikro dan kecil yang mempunyai inspirasi kreatif. Syaratnya adalah memiliki usaha yang layak untuk dibiayai bank. KUR Mikro juga merupakan kredit tanpa agunan (jaminan). Pemerintah-lah yang memberikan penjaminan sampai dengan 70% dari nilai kredit. Tujuannya adalah untuk memberdayakan pengusaha mikro dan kecil. Suku bunganya pun dipatok maksimal 16 persen per tahun.


Sejak Februari 2008, Pemerintah telah mendorong penyaluran KUR Mikro melalui enam bank yaitu Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, BSM, Bank Bukopin dan Bank BTN. Khabarnya, kredit tersebut mendapatkan penjaminan dari pemerintah melalui PT Askrindo dan Perum SPU. Tidak tanggung-tanggung. Pemerintah melalui perbankan menargetkan penyaluran KUR Rp 15 trilyun sampai akhir tahun 2008 ini. Mudah-mudahan kebijakan pemerintah ini benar-benar dapat menjadi bagian dari solusi mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.


Wednesday, June 18, 2008

Bogasari, Ketika Sang Inspirator Kunjungi DKU

Sungguh, tak pernah mimpi sebelumnya. Tak terlintas pula dalam benak saya, sudah banyak (utusan) orang-orang besar bisa singgah di ruangan kedai itu. Rabu 18 Juni 2008, saya benar-benar kedatangan tamu besar lagi dari Jakarta. Team utusan dari raja Indofood Bogasari, tulang punggung para pengusaha kue dan roti di negeri ini. Sudi terbang ke Jombang, Jawa Timur untuk mengunjungi kedai donat kampung. Sebuah Kedai Donat Kampung yang hanya berukuran 3x3 meter saja. Saya tidak tahu, mengapa para tamu saya selalu menambahkan kekuatan magnetic di ruangan itu.

Tentu saja, tidaklah berlebihan. Siapa yang tak mengenal kebesaran nama PT. ISM Bogasari Flour Mills, produsen tepung gandum (terigu) terbesar dan berkualitas terbaik di Indonesia. Melalui tepung gandum Bogasari-lah, awal sebuah ide saya ter-inspirasi. Resep donat kampung buatan saya. Tepung itu benar-benar meng-inspirasi saya. Memacu saya untuk terus melakukan riset-riset kecil seputar adonan donat selama bertahun-tahun. Hanya dari dalam dapur mikro ukuran 1x2 meter. Hanya satu fokus saya, sekedar untuk menemukan komposisi racikan adonan donat yang tepat.


Kali ini saya dikunjungi Bapak MR Pamungkas, Team SME Communication (Wacana Mitra) Bogasari Flour Mills, yang bermarkas di Gedung Kunci Biru Jakarta.
Beliau didampingi Team Commercial Division Bogasari Surabaya, Bapak Suroto (SME Section Head), Bapak Raharjo (Area Sales Promotion Supervisor), dan Bapak Budi (Sales Promotion). Kunjungan ini adalah wujud kepedulian Bogasari agar selalu dekat dengan usaha mikro, untuk memberikan berbagai jurus cara mempercepat pertumbuhan usaha. Pembinaan tersebut diantaranya pemberian wawasan dalam usaha memperluas jaringan bisnis, akses yang luas dan strategis, memperkuat posisi, dan penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.


Diskusi kali ini memberikan wawasan eksklusif bagi saya. Saya semakin termotivasi dan optimis untuk mengembangkan bisnis donut ini. Paparan pengalaman empiris dari team Bogasari dan filosofi bisnis Bogasari yang sungguh luar biasa, telah saya memori kuat dalam alam pikiran saya. Menjadi inspirator saya, menjadi sumber baru, dan menjadi bahan bakar semangat saya.
Saya semakin bisa membaca, bagaimana gambaran market donat kampung di masa depan. Saya semakin yakin pula, bahwa impian besar saya telah semakin dekat dalam pandangan mata batin saya. Sebuah harapan itu yang tak pernah padam.

Monday, June 16, 2008

Aplikasi Tepung Mocal pada Donat Kampung

Minggu, 15 Juni 2008, saya kedatangan tamu kehormatan, Bapak Samsul Hadi, Presiden Direktur PeacBromo Indonesia yang juga President Business Development Services (BDS) Indonesia. PeacBromo sendiri adalah sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang konsultasi untuk pengembangan usaha kecil dan menengah, serta pengembangan potensi ekonomi lokal. PeacBromo didirikan oleh PT Jawa Pos, Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI), dan difasilitasi oleh SwissContact dan International Financial Corporation (IFC).


Fokus PeacBromo adalah pada upaya menciptakan peluang dan terobosan untuk pengembangan UKM dan ekonomi lokal Indonesia melalui sektor maupun produk industri baru yang inovatif. Kedatangan beliau di kedai Donat Kampoeng Utami, dalam rangka memastikan dan memberikan konsultasi aplikasi tepung Mocal pada donat kampung. Beliau menyampaikan pula bahwa untuk kue tertentu, tepung Mocal juga dapat mensubstitusi 100% menggantikan tepung terigu. Tepung Mocal adalah tepung masa depan Indonesia.


MOCAL (Modified Cassava Flour), adalah tepung terbuat dari ketela pohon atau singkong (cassava, Manihot Esculenta) yang diproses secara fermentasi oleh mikroba. Tepung Mocal yang berasal dari tanaman cassava ini sangat banyak ditanam di pedesaan Indonesia. Kini, turunan tepung cassava dengan nama Mocal, dapat digunakan sebagai bahan pengganti tepung terigu dan beras, serta dapat diaplikasikan pada berbagai jenis makanan kue dan bakery.


Dengan dukungan tepung Mocal dari PeacBromo, saya telah melakukan percobaan aplikasi tepung Mocal pada donat kampung dan brownies. Substitusi tepung Mocal 20% menggantikan terigu pada resep Donat Kampung Utami, hasilnya cukup memuaskan. Rasanya pun juga tak kalah dengan donat kampung yang menggunakan tepung terigu. Namun pada penggunaan Mocal, volume donat kampung menjadi lebih padat ketimbang aplikasi terigu. Sedangkan pada resep brownies Kampung Utami, saya menggunakan tepung Mocal pada takaran 50%. Hasilnya, soal rasa, brownies Mocal boleh disandingkan dengan brownies berbahan dasar terigu.


Percobaan aplikasi tepung Mocal ini adalah kali pertama di Jombang, Jawa Timur. Dalam rangka mendukung pemerintah Indonesia dalam pengembangan produk pangan non beras dan Program Ketahanan Pangan Nasional, untuk selanjutnya dengan bimbingan dan dukungan PeacBromo, Donat Kampung Utami akan ikut mempromosikan tepung Mocal melalui produk donat kampung. Mudah-mudahan juga, Pemerintah Kabupaten Jombang dapat memberikan dukungan kepada Donat Kampung Utami dalam upaya percontohan aplikasi tepung Mocal sebagai produk donat sehat berbahan baku lokal di kabupaten Jombang.

Tuesday, June 10, 2008

Pemateri Seminar "Be A Young Entrepreneur"

Expo Agrifood yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang selama sepekan, telah berakhir 3 Juni 2008. Esok harinya, 4 Juni 2008, saya bertolak ke Jember, Jawa Timur. Sampai di Jember jam 8 malam. Dan saya telah disiapkan untuk bermalam di Hotel Sulawesi. Perjalanan kali ini, untuk memenuhi undangan dari Fakultas Ekonomi, Universitas Jember. Sebagai pemateri seminar "Be A Young Entrepreneur". Foto di atas, dari kiri: Salman Aziz Alsyafdi (Pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2007, pemilik Warnet GUA Universitas Indonesia); tengah: saya (berkerudung merah, saat menyampaikan materi seminar entrepreneurship), kanan: Ibu Lely Hana, SE, MSi (dosen FE, Universitas Jember).


Seminar Kewirausahaan yang digelar tanggal 5 Juni 2008, dihadiri sekitar 300 peserta mahasiswa. Hadir pula para dekanat dan dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Jember. Saya kebagian mengangkat topik: "Survive Berbisnis dengan Hati". Materi seminar diangkat dari sudut empiris yang bertumpuh pada pendekatan spiritual dan profesional. Sebagian diantaranya masih mengisahkan perjalanan, perjuangan, dan semangat saya mengusung donat kampoeng. Sukses berwirausaha sosial, apabila pelanggan memperoleh nilai tambah (added value) dari sekedar apa yang kita berikan. Inilah inti konsepsi berbisnis dengan hati. Melayani banyak orang secara profesional adalah sebuah investasi jangka panjang. Dan ini harus dilakukan oleh para entrepreneur dengan ikhlas dan kesungguhan.


Setiap manusia seharusnya mempunyai impian besar. Maka, impian inilah yang akan mendorong seseorang untuk melakukan suatu perubahan demi menggapai impian itu. Mungkin akan luar biasa, apabila melalui donat kampung Rp 500-an, saya bisa bertemu banyak orang baik untuk berdiskusi, dan sharing berbagai kebaikan dengan para pakar. Saya putuskan, saya ciptakan, dan saya perjuangkan kesempatan itu. Karena pada dasarnya, Seringkali Pencapaian Yang Besar Justru Diawali dari Kesempatan-Kesempatan Kecil. Demikianlah sebagian kecil yang saya sampaikan kepada audiens. Dengan harapan bisa membakar semangat para mahasiswa. Setelah lulus kuliah, diharapkan pula ada perubahan pola pikir untuk bisa menjadi manusia mandiri. Bukan lagi menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).

Monday, June 09, 2008

Partisipasi DKU di Expo Agrifood

Expo Agrifood telah selesai di gelar Pemerintah Jombang tanggal 28 Mei - 3 Juni 2008. Tampak dalam gambar disamping, Ibu Hj. Euis Ali Fikri, (istri Plt. Bupati Jombang Drs. H. Ali Fikri), Ketua Tim Penggerak PKK Jombang, mengunjungi stan DKU sesaat setelah pembukaan Expo Agrifood Jombang, 28 Mei 2008.

Tidak sebanyak tahun lalu. Pameran produk UKM kali ini mengalami penurunan pengunjung. Tampaknya, lesuhnya pengunjung dipengaruhi oleh dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Dalam 7 hari pameran, saya telah melakukan survey perhitungan pengunjung melalui sebaran brosur DKU. Dan hanya sekitar 1400 brosur dan kartu nama DKU yang beredar. Sedangkan berbagai produk donat dan brownies DKU, cuma terjual 4000 potong saja. Hal ini sangat berbeda dengan tahun lalu. Melalui Gelar Potensi Jombang (GPJ) 2007 di alon-alon raya Jombang, dalam 3 malam saja DKU mampu menjual 5000 donut.

Expo Agrifood 2008 ini mencoba mengkolaborasikan antara produk pertanian, tanaman hias, dan makanan hasil olahan berbahan dasar lokal. Berbagai produk makanan dan minuman yang tergabung dalam Persatuan Pengusaha Makanan dan Minuman (Permamin) Jombang ikut berpartisipasi, termasuk donat kampoeng. Lumayan juga, ada beberapa pengunjung, yang memesan donut dan kue tart di arena pameran. Namun, tujuan utama DKU mengikuti pameran adalah agar kami bisa lebih dekat dengan pelanggan.

Dalam arena Expo AgriFood, DKU menyajikan berbagai macam donut, brownies, dan cookies. Serta produk DKU terbaru yang kini banyak diminati pelanggan, Roti Boy DKU. Harga bervariasi mulai Rp 500 untuk donat tabur (salut) gula, sampai Rp 2000. Kue kering mulai Rp 9.000,-. Kue kering paling laris adalah putri salju dengan harga Rp 13.000/toples.

Tersedia pula produk "Gula Palem DKU", cuma Rp 13.000/toples 300 gram. Gula Palem DKU ini terbuat dari rempah-rempah (lada, kayu manis, pala). Selain nikmat, Gula Palem DKU dapat menghangatkan badan. Cocok untuk oleh-oleh, maupun untuk hidangan cemilan santai bersama keluarga.

Friday, June 06, 2008

dku.donuts Indonesia is very delicious and lovely

Service

Donat Kampoeng Utami
, latest is called as dku.donuts Indonesiaserved the local customer, Jombang-East Java since 2001. The production capacity per the day is 1500 doughnuts, especially 90% job order or for the mass agenda, and 10% retail.

dku.donuts Indonesia is very delicious and lovely. For Standart Taste Donut, our price of doughnut is very cheap. Only Rp 500 per piece for small size donut, or be equal to US $0.05 (zero point zero five cent US dollar only), Rp 1.000 for medium size donut, and Rp 2.000 for big size donut. This price is really extraordinary for offering to you.


Standart Taste DonutPrice: Rp 500-Rp 2.000, to serve for all local customer.
You can order and get this doughnut in our House of Donuts,
Griya Indah AA-2, Jombang, East Java

Medium Taste Donut
Price: Rp 3.000, please you get its in our cafe, DKU Donuts Cafe & Restaurant Sari Rasa,
Wahid Hasyim 122-D Street, Jombang, East Java

1 donut = Rp 3.000
2 donuts = Rp 5.000
6 donuts = Rp 14.000 (1/2 dozen)
12 donuts = Rp 25.000 ( 1 dozen )

Premium Taste Donut
Price: Rp 5.000, for R&D only. This recipe for selling to investor

Thursday, June 05, 2008

Kali Pertama, Menjadi Pemateri Seminar Nasional

Sabtu 24 Mei 2008, adalah Kali Pertama, Saya Menjadi Pemateri Seminar Nasional dalam ”One Day Workshop and Expo on Technopreneurship 2008" (1-DoT 08) di Malang, Jawa Timur. Acara tersebut digelar oleh Young Entrepreneur Society University of Brawijaya (YES-UB) kerjasama dengan Recognition and Mentoring Program (RAMP) Indonesia yang bermarkas di Kampus IPB Bogor. Di PPI Hall, University of Brawijaya Malang, saya diberi kesempatan berbicara di depan 200 orang audiens yang terdiri dari para mahasiswa, pakar akademisi, dosen entrepreneurship, dan praktisi entrepreneur dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia.


Recognition and Mentoring Program (RAMP) Indonesia, adalah suatu program terstruktur dalam kurikulum mahasiswa yang berusaha menerjemahkan konsep ”dari ide menjadi dampak” (from idea to impact). Melalui kekuatan tema ”Bring Your Own Future”, program ini mencoba membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keahlian, dan sikap mental memformulasikan ide menjadi terapan (idea to action).


Saya kebagian sebagai pemateri empiris. Di hadapan audiens, saya memaparkan bagaimana perjalanan, perjuangan, semangat besar saya membangun image Donat Kampoeng Utami di daerah. Mulai dari jualan di sepanjang trotoar kota, di pasar tradisional, di sekolah-sekolah, titip di pedagang sayur keliling, cafe, dan berbagai pameran produk UKM, sampai akhirnya saya memutuskan berjualan sendiri melalui kedai sederhana, 3x3 meter. Impian besar, adalah kekuatan yang luar biasa. Sebuah energi luar biasa yang mendorong saya untuk selalu bersemangat, meskipun sekedar berjualan donat Rp 500 saja. Namun, justru melalui itu, Tuhan telah mendekatkan saya kepada banyak orang baik. Prinsip jujur tanpa curang, ikhlas untuk melayani, profesional yang konsisten, silaturahmi kepada pelanggan, dan murah hati adalah rel yang saya paparkan kepada peserta seminar, yang juga saya terapkan di usaha donat kampoeng.


Saya bukan ahli menulis, saya juga bukanlah jurnalis. Tetapi "tulisan" adalah tubuh saya. Karenanya, saya menuangkan ide, gagasan, pemikiran saya, dan pengalaman harian saya. Pengalaman dari seorang penjual donat kampung Rp 500-an. Awalnya, blog donat ini hanya sekedar untuk mengirim berita kepada sahabat dan teman-teman lama. Agar kerinduan saya kepada sahabat saya bisa terobati, meskipun hanya menyapa melalui weblog. Tanpa saya sadari, kenyataannya bahwa blog donat ini juga telah meng-inspirasi banyak browser dunia maya. Tidak sedikit email yang masuk ke account saya. Meskipun kadang sekedar "say hello", dan mengomentari pengalaman saya. Mudah-mudahan tulisan ini terus menjadi bahan bakar untuk meng-inspirasi pembaca. Di sisi lain, saya akan terus berkarya dan melayani keinginan pelanggan dengan kesungguhan. Melalui sepotong donat kampung.

Saturday, May 31, 2008

Sebelum Pulang, Saya Ada di Puncak Petronas

Hari Minggu, 20 April 2008 adalah jadwal pulang dari acara melancong sejak kedatangan saya di Kuala Lumpur tanggal 17 April 2008. Pagi-pagi saya sudah berkemas. Semua barang bawaan juga sudah di packing rapi. Kemudian kami breakfast. Saya sarapan nasi lemak, sedangkan Alfath makan roti dan coco-crunch. Pagi itu sangat cerah. Sebelum ke bandara udara LCCT, saya jalan-jalan di Kuala Lumpur City Center (KLCC). Saya masuk dan naik ke puncak menara kembar yang super tinggi di Kuala Lumpur, yaitu Menara Petronas. Katanya, bangunan ini adalah bangunan tertinggi di Asia (mungkin juga di dunia), dengan ketinggian 452 meter. Menara Kembar yang dibuka tahun 1998 ini, luarnya dilapisi lempengan logam timah berwarna perak kehitaman khas Asia tenggara.

Terdapat jembatan yang terbentang di antara dua menara yang masing-masing memiliki 88 lantai. Kata orang-orang, tingginya Menara Petronas sekitar 3,5 kali dari tingginya Monas di Jakarta. Padahal saya sendiri juga belum pernah pergi ke Monas. Mudah-mudahan ada pihak yang memberikan kesempatan pada saya untuk pergi ke Jakarta. Sehingga selain ke Monas, juga bisa bertemu teman lama, sahabat saya, serta teman alumni yang kini sudah menetap tinggal di Jakarta.



Keadaan di dalam gedung menara dapat digambarkan sebagai pusat bisnis. Banyak turis dari berbagai negara yang saya jumpai. Hampir kagum dengan bangunan antik dan cantik itu, yang kebanyakan mengambil gambar bangunan menara. Sempat juga saya foto dengan turis dari Canada di lokasi air mancur di belakang bangunan Menara Petronas.

Silakan Baca Juga :


Sunday, April 20, 2008

Akhirnya Saya diterbangkan

Alhamdulillah. Kamis 17 April 2008, saya tiba di Kuala Lumpur (KL). Subhanallah. Sungguh, akal pikiran manusia itu, siapapun orangnya, tidak akan mampu menembus rahasia Illahi, Robb Yang Maha Kuasa. Tidak akan mungkin bisa dinalar, bagaimana bisa seorang penjual donat kelas Rp 500, seperti saya, akhirnya bisa mendapat fasilitas penuh, untuk diterbangkan ke luar negeri.



Sudah lebih dari 7 tahun saya focus dan menekuni dough untuk melayani orang-orang. Setiap kali saya mencampurkan adonan donat, saya berdoa. Saya ndleming, berharap kepada Sang Maha Pencipta, Penguasa Jagad Raya. Mudah-mudahan donat kampong buatan saya selalu dapat memuaskan banyak orang yang datang ke kedai saya. Tidak lebih, saya berharap. Dan mudah-mudahan para pelanggan saya mendapat kesehatan dan rejeki yang melimpah. Banyak teman-teman dan para sahabat saya bertanya, “Kapan untungnya kalau harga donat secantik ini cuma Rp 500?” atau dengan nada lain, “Apakah masih tetap Rp 500?” atau dengan pertanyaan ini, “Apakah selama 5 tahun terakhir, harga donat juga tetap Rp 500? It is crazy !” Saya hanya tersenyum bahagia. Dan saya mengatakan, “Saya akan tetap melayani dengan pecahan Rp 500”.



Sebelumnya tidak terlintas di fikiran dan kalbu saya, bahwa saya akhirnya bisa terbang ke luar negeri. Foto di atas diambil sesaat setelah tiba di bandara KL-LCCT, 17 April 2008, jam 16.00. Tak lama kemudian, saya meninggalkan bandara LCCT. Saya ini orang kampung, penjual donat Rp 500,- tentu-lah tidak pernah terlintas naik kendaraan super cepat. Apalagi naik pesawat, saya dalam perjalanan terus berdoa karena takut jatuh. Di Indonesia, saya sebatas bisa menikmati mobil angkutan umum, bis umum, dan sepeda motor.



Banyak terdapat perbukitan. Diantara bukit-bukit ditanam jutaan kelapa sawit. Diantara bukit itu terbelah menjadi jalan raya yang elok, lurus, tidak berbelok- belok, dan tidak naik- turun. Tidak seperti jalan raya Jombang-Malang, East Java yang berbelok- belok dan naik turun yang bisa membuat kita mabuk. Jalan yang kami lalui menuju tempat tujuan itu sepertinya belum ada di Indonesia.



Saya mampir makan di restoran nasi kandar di pesisir sungai Kinta, Ipoh. Restoran tersebut seperti istana dikelilingi taman bunga bergaya bangunan ukir Muslim-India. Jam 9 malam, kami baru-lah sampai di hotel. Perjalanan panjang, tapi kami tidak merasa letih. Kami rehat sebentar, kemudian bersantap makan malam di restoran nasi kandar.


Dalam rangka membuat donat, saya juga tidak pernah mimpi menjadi trainer. Sungguh, ini suatu tantangan yang luar biasa dalam hidup saya. Kali ini sudah bukan lagi urusan donat kampung. Harga super premium yang setara dengan duapuluh kali lipat dari harga donat kampung buatan saya. Subhanallah, sungguh luar biasa. Saya tak mampu membayangkan. Ketika satu donat yang akan saya buat, ternyata setara dengan konversi lima bungkus nasi pecel di daerah saya. Ini merupakan standar pricing yang tentu belum bisa terjangkau oleh pelanggan saya di kampung, di Jombang, Jawa Timur.



Saya hanyalah manusia biasa. Sungguh sangat kecil dihadapan-Nya. Tapi, saya semakin yakin. Bahwa tidak ada batasan saluran darimana dan bagaimana rejeki itu datang. Alam ciptaanNya terbentang luas. Kini, mata hati saya bisa berkata. Saya melihat-Nya melalui limpahan kebahagiaan saya hari ini. Saya hanya berusaha menjemput rejeki-Nya. Yang sebenarnya sudah terbentang dalam hamparan luas di alam semesta. Sungguh saya tidak berharap apapun. Selama 7 tahun saya hanya ingin selalu gembira melayani dengan keikhlasan dan kesabaran kepada orang-orang yang datang pada saya. Berharap mendapatkan ridho Illahi. Banyak orang telah datang pada saya untuk sekeping donat kampung. Seringkali, dinihari saya sudah bangun. Membuat adonan dough dalam kesunyian itu. Saya ndleming, Munajad kepada-Nya dalam sendiri itu. Saya berdoa kepada Tuhan, Penguasa Langit dan Bumi. Mudah-mudahan donat kampong buatan saya dapat menjadi sumber energi yang baik dan elok bagi orang-orang yang datang pada saya. Sehingga dapat memberikan kesenangan dan kegembiraan bagi mereka.



Saya menyampaikan terima kasih kepada para pelanggan, dan para sahabat saya, atas dukungannya. Saya juga mohon maaf karena banyak pesanan donat yang tidak bisa terlayani selama saya di luar negeri. Namun hari Senin, 21 April 2008, Insya Allah saya dengan sepenuh hati akan datang ke Indonesia, dan melayani donat kampong lagi. Mohon doa dan dukungannya, mudah-mudahan kegiatan saya memberikan manfaat menuju kesempurnaan rasa dan pelayanan kepada masyarakat di Jombang, Jawa Timur. (Ditulis di B.worth).

Silakan Baca Juga :


Google Search