Melayani Tepung Premix Donat Enak Empuk Halal ala DKU sudah dipakai di Malaysia Brunei Singapore. Juga melayani kursus aneka kue ke seluruh Indonesia & luar negeri. Hubungi Rosidah Donat DKU Sms/WA 0858-5035-8188. Mohon Tidak Copy-Paste Isi Blog ini Tanpa Se-Izin dari Pemilik Blog Donat Kampung Utami - DKUDONUTS. Blog DKU Donuts ini selalu posisi No.1 versi Google Search Indonesia (google.co.id) untuk kata kunci "DONAT INDONESIA".

Monday, June 23, 2008

Terealisasi, Kredit Usaha Rakyat dari BRI

Atas saran Presdir PeacBromo minggu lalu, Alhamdulillah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang saya ajukan kepada BRI untuk tambahan modal kerja donat kampung, akhirnya terealisasi hari ini. "Untuk bisa menjadi besar, harus belajar dari kesempatan-kesempatan kecil. Termasuk bagaimana cara berhubungan dengan bank", demikianlah, saran beliau kepada saya minggu lalu. KUR merupakan program penyaluran penjaminan kredit melalui perbankan untuk mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif Indonesia di tingkat usaha kecil yang berbasis warisan budaya bangsa.


Kredit Usaha Rakyat ini diperuntukkan khususnya bagi pengusaha mikro dan kecil yang mempunyai inspirasi kreatif. Syaratnya adalah memiliki usaha yang layak untuk dibiayai bank. KUR Mikro juga merupakan kredit tanpa agunan (jaminan). Pemerintah-lah yang memberikan penjaminan sampai dengan 70% dari nilai kredit. Tujuannya adalah untuk memberdayakan pengusaha mikro dan kecil. Suku bunganya pun dipatok maksimal 16 persen per tahun.


Sejak Februari 2008, Pemerintah telah mendorong penyaluran KUR Mikro melalui enam bank yaitu Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, BSM, Bank Bukopin dan Bank BTN. Khabarnya, kredit tersebut mendapatkan penjaminan dari pemerintah melalui PT Askrindo dan Perum SPU. Tidak tanggung-tanggung. Pemerintah melalui perbankan menargetkan penyaluran KUR Rp 15 trilyun sampai akhir tahun 2008 ini. Mudah-mudahan kebijakan pemerintah ini benar-benar dapat menjadi bagian dari solusi mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.


Wednesday, June 18, 2008

Bogasari, Ketika Sang Inspirator Kunjungi DKU

Sungguh, tak pernah mimpi sebelumnya. Tak terlintas pula dalam benak saya, sudah banyak (utusan) orang-orang besar bisa singgah di ruangan kedai itu. Rabu 18 Juni 2008, saya benar-benar kedatangan tamu besar lagi dari Jakarta. Team utusan dari raja Indofood Bogasari, tulang punggung para pengusaha kue dan roti di negeri ini. Sudi terbang ke Jombang, Jawa Timur untuk mengunjungi kedai donat kampung. Sebuah Kedai Donat Kampung yang hanya berukuran 3x3 meter saja. Saya tidak tahu, mengapa para tamu saya selalu menambahkan kekuatan magnetic di ruangan itu.

Tentu saja, tidaklah berlebihan. Siapa yang tak mengenal kebesaran nama PT. ISM Bogasari Flour Mills, produsen tepung gandum (terigu) terbesar dan berkualitas terbaik di Indonesia. Melalui tepung gandum Bogasari-lah, awal sebuah ide saya ter-inspirasi. Resep donat kampung buatan saya. Tepung itu benar-benar meng-inspirasi saya. Memacu saya untuk terus melakukan riset-riset kecil seputar adonan donat selama bertahun-tahun. Hanya dari dalam dapur mikro ukuran 1x2 meter. Hanya satu fokus saya, sekedar untuk menemukan komposisi racikan adonan donat yang tepat.


Kali ini saya dikunjungi Bapak MR Pamungkas, Team SME Communication (Wacana Mitra) Bogasari Flour Mills, yang bermarkas di Gedung Kunci Biru Jakarta.
Beliau didampingi Team Commercial Division Bogasari Surabaya, Bapak Suroto (SME Section Head), Bapak Raharjo (Area Sales Promotion Supervisor), dan Bapak Budi (Sales Promotion). Kunjungan ini adalah wujud kepedulian Bogasari agar selalu dekat dengan usaha mikro, untuk memberikan berbagai jurus cara mempercepat pertumbuhan usaha. Pembinaan tersebut diantaranya pemberian wawasan dalam usaha memperluas jaringan bisnis, akses yang luas dan strategis, memperkuat posisi, dan penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.


Diskusi kali ini memberikan wawasan eksklusif bagi saya. Saya semakin termotivasi dan optimis untuk mengembangkan bisnis donut ini. Paparan pengalaman empiris dari team Bogasari dan filosofi bisnis Bogasari yang sungguh luar biasa, telah saya memori kuat dalam alam pikiran saya. Menjadi inspirator saya, menjadi sumber baru, dan menjadi bahan bakar semangat saya.
Saya semakin bisa membaca, bagaimana gambaran market donat kampung di masa depan. Saya semakin yakin pula, bahwa impian besar saya telah semakin dekat dalam pandangan mata batin saya. Sebuah harapan itu yang tak pernah padam.

Monday, June 16, 2008

Aplikasi Tepung Mocal pada Donat Kampung

Minggu, 15 Juni 2008, saya kedatangan tamu kehormatan, Bapak Samsul Hadi, Presiden Direktur PeacBromo Indonesia yang juga President Business Development Services (BDS) Indonesia. PeacBromo sendiri adalah sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang konsultasi untuk pengembangan usaha kecil dan menengah, serta pengembangan potensi ekonomi lokal. PeacBromo didirikan oleh PT Jawa Pos, Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI), dan difasilitasi oleh SwissContact dan International Financial Corporation (IFC).


Fokus PeacBromo adalah pada upaya menciptakan peluang dan terobosan untuk pengembangan UKM dan ekonomi lokal Indonesia melalui sektor maupun produk industri baru yang inovatif. Kedatangan beliau di kedai Donat Kampoeng Utami, dalam rangka memastikan dan memberikan konsultasi aplikasi tepung Mocal pada donat kampung. Beliau menyampaikan pula bahwa untuk kue tertentu, tepung Mocal juga dapat mensubstitusi 100% menggantikan tepung terigu. Tepung Mocal adalah tepung masa depan Indonesia.


MOCAL (Modified Cassava Flour), adalah tepung terbuat dari ketela pohon atau singkong (cassava, Manihot Esculenta) yang diproses secara fermentasi oleh mikroba. Tepung Mocal yang berasal dari tanaman cassava ini sangat banyak ditanam di pedesaan Indonesia. Kini, turunan tepung cassava dengan nama Mocal, dapat digunakan sebagai bahan pengganti tepung terigu dan beras, serta dapat diaplikasikan pada berbagai jenis makanan kue dan bakery.


Dengan dukungan tepung Mocal dari PeacBromo, saya telah melakukan percobaan aplikasi tepung Mocal pada donat kampung dan brownies. Substitusi tepung Mocal 20% menggantikan terigu pada resep Donat Kampung Utami, hasilnya cukup memuaskan. Rasanya pun juga tak kalah dengan donat kampung yang menggunakan tepung terigu. Namun pada penggunaan Mocal, volume donat kampung menjadi lebih padat ketimbang aplikasi terigu. Sedangkan pada resep brownies Kampung Utami, saya menggunakan tepung Mocal pada takaran 50%. Hasilnya, soal rasa, brownies Mocal boleh disandingkan dengan brownies berbahan dasar terigu.


Percobaan aplikasi tepung Mocal ini adalah kali pertama di Jombang, Jawa Timur. Dalam rangka mendukung pemerintah Indonesia dalam pengembangan produk pangan non beras dan Program Ketahanan Pangan Nasional, untuk selanjutnya dengan bimbingan dan dukungan PeacBromo, Donat Kampung Utami akan ikut mempromosikan tepung Mocal melalui produk donat kampung. Mudah-mudahan juga, Pemerintah Kabupaten Jombang dapat memberikan dukungan kepada Donat Kampung Utami dalam upaya percontohan aplikasi tepung Mocal sebagai produk donat sehat berbahan baku lokal di kabupaten Jombang.

Tuesday, June 10, 2008

Pemateri Seminar "Be A Young Entrepreneur"

Expo Agrifood yang digelar Pemerintah Kabupaten Jombang selama sepekan, telah berakhir 3 Juni 2008. Esok harinya, 4 Juni 2008, saya bertolak ke Jember, Jawa Timur. Sampai di Jember jam 8 malam. Dan saya telah disiapkan untuk bermalam di Hotel Sulawesi. Perjalanan kali ini, untuk memenuhi undangan dari Fakultas Ekonomi, Universitas Jember. Sebagai pemateri seminar "Be A Young Entrepreneur". Foto di atas, dari kiri: Salman Aziz Alsyafdi (Pemenang Wirausaha Muda Mandiri 2007, pemilik Warnet GUA Universitas Indonesia); tengah: saya (berkerudung merah, saat menyampaikan materi seminar entrepreneurship), kanan: Ibu Lely Hana, SE, MSi (dosen FE, Universitas Jember).


Seminar Kewirausahaan yang digelar tanggal 5 Juni 2008, dihadiri sekitar 300 peserta mahasiswa. Hadir pula para dekanat dan dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Jember. Saya kebagian mengangkat topik: "Survive Berbisnis dengan Hati". Materi seminar diangkat dari sudut empiris yang bertumpuh pada pendekatan spiritual dan profesional. Sebagian diantaranya masih mengisahkan perjalanan, perjuangan, dan semangat saya mengusung donat kampoeng. Sukses berwirausaha sosial, apabila pelanggan memperoleh nilai tambah (added value) dari sekedar apa yang kita berikan. Inilah inti konsepsi berbisnis dengan hati. Melayani banyak orang secara profesional adalah sebuah investasi jangka panjang. Dan ini harus dilakukan oleh para entrepreneur dengan ikhlas dan kesungguhan.


Setiap manusia seharusnya mempunyai impian besar. Maka, impian inilah yang akan mendorong seseorang untuk melakukan suatu perubahan demi menggapai impian itu. Mungkin akan luar biasa, apabila melalui donat kampung Rp 500-an, saya bisa bertemu banyak orang baik untuk berdiskusi, dan sharing berbagai kebaikan dengan para pakar. Saya putuskan, saya ciptakan, dan saya perjuangkan kesempatan itu. Karena pada dasarnya, Seringkali Pencapaian Yang Besar Justru Diawali dari Kesempatan-Kesempatan Kecil. Demikianlah sebagian kecil yang saya sampaikan kepada audiens. Dengan harapan bisa membakar semangat para mahasiswa. Setelah lulus kuliah, diharapkan pula ada perubahan pola pikir untuk bisa menjadi manusia mandiri. Bukan lagi menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).

Monday, June 09, 2008

Partisipasi DKU di Expo Agrifood

Expo Agrifood telah selesai di gelar Pemerintah Jombang tanggal 28 Mei - 3 Juni 2008. Tampak dalam gambar disamping, Ibu Hj. Euis Ali Fikri, (istri Plt. Bupati Jombang Drs. H. Ali Fikri), Ketua Tim Penggerak PKK Jombang, mengunjungi stan DKU sesaat setelah pembukaan Expo Agrifood Jombang, 28 Mei 2008.

Tidak sebanyak tahun lalu. Pameran produk UKM kali ini mengalami penurunan pengunjung. Tampaknya, lesuhnya pengunjung dipengaruhi oleh dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Dalam 7 hari pameran, saya telah melakukan survey perhitungan pengunjung melalui sebaran brosur DKU. Dan hanya sekitar 1400 brosur dan kartu nama DKU yang beredar. Sedangkan berbagai produk donat dan brownies DKU, cuma terjual 4000 potong saja. Hal ini sangat berbeda dengan tahun lalu. Melalui Gelar Potensi Jombang (GPJ) 2007 di alon-alon raya Jombang, dalam 3 malam saja DKU mampu menjual 5000 donut.

Expo Agrifood 2008 ini mencoba mengkolaborasikan antara produk pertanian, tanaman hias, dan makanan hasil olahan berbahan dasar lokal. Berbagai produk makanan dan minuman yang tergabung dalam Persatuan Pengusaha Makanan dan Minuman (Permamin) Jombang ikut berpartisipasi, termasuk donat kampoeng. Lumayan juga, ada beberapa pengunjung, yang memesan donut dan kue tart di arena pameran. Namun, tujuan utama DKU mengikuti pameran adalah agar kami bisa lebih dekat dengan pelanggan.

Dalam arena Expo AgriFood, DKU menyajikan berbagai macam donut, brownies, dan cookies. Serta produk DKU terbaru yang kini banyak diminati pelanggan, Roti Boy DKU. Harga bervariasi mulai Rp 500 untuk donat tabur (salut) gula, sampai Rp 2000. Kue kering mulai Rp 9.000,-. Kue kering paling laris adalah putri salju dengan harga Rp 13.000/toples.

Tersedia pula produk "Gula Palem DKU", cuma Rp 13.000/toples 300 gram. Gula Palem DKU ini terbuat dari rempah-rempah (lada, kayu manis, pala). Selain nikmat, Gula Palem DKU dapat menghangatkan badan. Cocok untuk oleh-oleh, maupun untuk hidangan cemilan santai bersama keluarga.

Friday, June 06, 2008

dku.donuts Indonesia is very delicious and lovely

Service

Donat Kampoeng Utami
, latest is called as dku.donuts Indonesiaserved the local customer, Jombang-East Java since 2001. The production capacity per the day is 1500 doughnuts, especially 90% job order or for the mass agenda, and 10% retail.

dku.donuts Indonesia is very delicious and lovely. For Standart Taste Donut, our price of doughnut is very cheap. Only Rp 500 per piece for small size donut, or be equal to US $0.05 (zero point zero five cent US dollar only), Rp 1.000 for medium size donut, and Rp 2.000 for big size donut. This price is really extraordinary for offering to you.


Standart Taste DonutPrice: Rp 500-Rp 2.000, to serve for all local customer.
You can order and get this doughnut in our House of Donuts,
Griya Indah AA-2, Jombang, East Java

Medium Taste Donut
Price: Rp 3.000, please you get its in our cafe, DKU Donuts Cafe & Restaurant Sari Rasa,
Wahid Hasyim 122-D Street, Jombang, East Java

1 donut = Rp 3.000
2 donuts = Rp 5.000
6 donuts = Rp 14.000 (1/2 dozen)
12 donuts = Rp 25.000 ( 1 dozen )

Premium Taste Donut
Price: Rp 5.000, for R&D only. This recipe for selling to investor

Thursday, June 05, 2008

Kali Pertama, Menjadi Pemateri Seminar Nasional

Sabtu 24 Mei 2008, adalah Kali Pertama, Saya Menjadi Pemateri Seminar Nasional dalam ”One Day Workshop and Expo on Technopreneurship 2008" (1-DoT 08) di Malang, Jawa Timur. Acara tersebut digelar oleh Young Entrepreneur Society University of Brawijaya (YES-UB) kerjasama dengan Recognition and Mentoring Program (RAMP) Indonesia yang bermarkas di Kampus IPB Bogor. Di PPI Hall, University of Brawijaya Malang, saya diberi kesempatan berbicara di depan 200 orang audiens yang terdiri dari para mahasiswa, pakar akademisi, dosen entrepreneurship, dan praktisi entrepreneur dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia.


Recognition and Mentoring Program (RAMP) Indonesia, adalah suatu program terstruktur dalam kurikulum mahasiswa yang berusaha menerjemahkan konsep ”dari ide menjadi dampak” (from idea to impact). Melalui kekuatan tema ”Bring Your Own Future”, program ini mencoba membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keahlian, dan sikap mental memformulasikan ide menjadi terapan (idea to action).


Saya kebagian sebagai pemateri empiris. Di hadapan audiens, saya memaparkan bagaimana perjalanan, perjuangan, semangat besar saya membangun image Donat Kampoeng Utami di daerah. Mulai dari jualan di sepanjang trotoar kota, di pasar tradisional, di sekolah-sekolah, titip di pedagang sayur keliling, cafe, dan berbagai pameran produk UKM, sampai akhirnya saya memutuskan berjualan sendiri melalui kedai sederhana, 3x3 meter. Impian besar, adalah kekuatan yang luar biasa. Sebuah energi luar biasa yang mendorong saya untuk selalu bersemangat, meskipun sekedar berjualan donat Rp 500 saja. Namun, justru melalui itu, Tuhan telah mendekatkan saya kepada banyak orang baik. Prinsip jujur tanpa curang, ikhlas untuk melayani, profesional yang konsisten, silaturahmi kepada pelanggan, dan murah hati adalah rel yang saya paparkan kepada peserta seminar, yang juga saya terapkan di usaha donat kampoeng.


Saya bukan ahli menulis, saya juga bukanlah jurnalis. Tetapi "tulisan" adalah tubuh saya. Karenanya, saya menuangkan ide, gagasan, pemikiran saya, dan pengalaman harian saya. Pengalaman dari seorang penjual donat kampung Rp 500-an. Awalnya, blog donat ini hanya sekedar untuk mengirim berita kepada sahabat dan teman-teman lama. Agar kerinduan saya kepada sahabat saya bisa terobati, meskipun hanya menyapa melalui weblog. Tanpa saya sadari, kenyataannya bahwa blog donat ini juga telah meng-inspirasi banyak browser dunia maya. Tidak sedikit email yang masuk ke account saya. Meskipun kadang sekedar "say hello", dan mengomentari pengalaman saya. Mudah-mudahan tulisan ini terus menjadi bahan bakar untuk meng-inspirasi pembaca. Di sisi lain, saya akan terus berkarya dan melayani keinginan pelanggan dengan kesungguhan. Melalui sepotong donat kampung.

Google Search