Melayani Tepung Premix Donat Enak Empuk Halal ala DKU sudah dipakai di Malaysia Brunei Singapore. Juga melayani kursus aneka kue ke seluruh Indonesia & luar negeri. Hubungi Rosidah Donat DKU Sms/WA 0858-5035-8188. Mohon Tidak Copy-Paste Isi Blog ini Tanpa Se-Izin dari Pemilik Blog Donat Kampung Utami - DKUDONUTS. Blog DKU Donuts ini selalu posisi No.1 versi Google Search Indonesia (google.co.id) untuk kata kunci "DONAT INDONESIA".

Saturday, May 31, 2008

Sebelum Pulang, Saya Ada di Puncak Petronas

Hari Minggu, 20 April 2008 adalah jadwal pulang dari acara melancong sejak kedatangan saya di Kuala Lumpur tanggal 17 April 2008. Pagi-pagi saya sudah berkemas. Semua barang bawaan juga sudah di packing rapi. Kemudian kami breakfast. Saya sarapan nasi lemak, sedangkan Alfath makan roti dan coco-crunch. Pagi itu sangat cerah. Sebelum ke bandara udara LCCT, saya jalan-jalan di Kuala Lumpur City Center (KLCC). Saya masuk dan naik ke puncak menara kembar yang super tinggi di Kuala Lumpur, yaitu Menara Petronas. Katanya, bangunan ini adalah bangunan tertinggi di Asia (mungkin juga di dunia), dengan ketinggian 452 meter. Menara Kembar yang dibuka tahun 1998 ini, luarnya dilapisi lempengan logam timah berwarna perak kehitaman khas Asia tenggara.

Terdapat jembatan yang terbentang di antara dua menara yang masing-masing memiliki 88 lantai. Kata orang-orang, tingginya Menara Petronas sekitar 3,5 kali dari tingginya Monas di Jakarta. Padahal saya sendiri juga belum pernah pergi ke Monas. Mudah-mudahan ada pihak yang memberikan kesempatan pada saya untuk pergi ke Jakarta. Sehingga selain ke Monas, juga bisa bertemu teman lama, sahabat saya, serta teman alumni yang kini sudah menetap tinggal di Jakarta.



Keadaan di dalam gedung menara dapat digambarkan sebagai pusat bisnis. Banyak turis dari berbagai negara yang saya jumpai. Hampir kagum dengan bangunan antik dan cantik itu, yang kebanyakan mengambil gambar bangunan menara. Sempat juga saya foto dengan turis dari Canada di lokasi air mancur di belakang bangunan Menara Petronas.

Silakan Baca Juga :


Wednesday, May 21, 2008

Detik-Detik Yang Menegangkan

Jum’at 18 April 2008, jam 8 malam adalah awal dari detik-detik yang menegangkan. Detik-detik yang luar biasa bagi saya, bagi seorang penjual donat kampong asal Jombang, East Java. Awalnya, saya mendapat air-phone dari staf hotel, bahwa saya telah ditunggu oleh Tuan Kadhar Shah dan pak Singh di Nessa Café, Golden Nasmir Hotel.

Tuan Kadhar Shah, adalah seorang investor dan Saudagar Dermawan yang berpenampilan sederhana dari Negeri Penang. Atas kedermawanannya itu, Beliau juga pernah mendapat Anugerah Bintang Jasa Bakti (
Pingat Jasa Kebaktian) dari Gubernur Penang, Malaysia tahun 2007.

Sampai di Nessa Café, saya disilakan duduk oleh Beliau di meja bundar. Beberapa saat kemudian, pelayan café menghantarkan air suam (air hangat) ke meja kami. Pembukaan meeting pun akhirnya mulai digelar. Pembicaraan super serius tentang project besar dibuka oleh Beliau, sang Dermawan. Selain Pak Singh, Beliau juga didampingi seorang notaries. Sementara saya didampingi anak saya, Alfath. Tidak seperti biasanya, dalam kesempatan ini Alfath terlihat tenang dan tidak rewel, sehingga tidak mengganggu konsentrasi saya dalam meeting. Pembahasan point-point nota kesepakatan (MoU) berjalan sekitar 3 jam. Pembicaraan yang dalam, focus, dan lancar. Dalam kedalaman dan ketegangan pikiran saya yang luar biasa. Meskipun menguras tenaga dan pikiran saya, tetapi menggembirakan. Akhirnya kami sign MoU di depan notaries dengan Bismillah dan kesungguhan.


Sungguh, malam itu adalah hari bersejarah dalam hidup saya. Sejarah yang luar biasa juga bagi donat kampong. Serta sejarah yang luar biasa pula bagi keluarga kami. Karena 7 hari kemudian, Jum’at 25 April 2008 adalah tepat hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-11. Kado ulang tahun di hari Jum’at yang sangat istimewa. Tentu, tidak dapat dinalar dalam akal pikiran manusia. Alhamdulillah, Tuhan Yang Maha Kuasa telah mempertemukan saya dengan sang investor besar dari negeri Jiran.

Google Search