Melayani Tepung Premix Donat Enak Empuk Halal ala DKU sudah dipakai di Malaysia Brunei Singapore. Juga melayani kursus aneka kue ke seluruh Indonesia & luar negeri. Hubungi Rosidah Donat DKU Sms/WA 0858-5035-8188. Mohon Tidak Copy-Paste Isi Blog ini Tanpa Se-Izin dari Pemilik Blog Donat Kampung Utami - DKUDONUTS. Blog DKU Donuts ini selalu posisi No.1 versi Google Search Indonesia (google.co.id) untuk kata kunci "DONAT INDONESIA".

Thursday, December 31, 2009

GUSDUR, Selamat Jalan Presiden Selamat Jalan Guru Bangsa Selamat Jalan Pahlawan, Selamat Jalan Putra Jombang


GUSDUR, bagi warga Jombang bukan ‘mantan’ Presiden RI ke-4. Tapi Gusdur bagi masyarakat Jombang tetap presiden. Dan inilah, ungkapan hati seorang pembuat kue donat.


Hati kami kuat terpatri hormat. Sangat dalam cinta kami akan nilai keteladanan. Tak dapat diputus dengan ikatan legal-formal protokoler  kenegaraan. Ikatan psikis kami tetap kokoh dalam jiwa. Padamu maha guru kami, Gus Dur. Dan bagi jiwa kami, Gusdur tetap presiden rakyat. Namamu akan dikenang sepanjang sejarah. Sebagai presiden rakyat sepanjang massa. Gusdur, senantiasa membuat hati kami dingin dan ikhlas. Guru bangsa ini ketika hati kami galau, guru bangsa ini ketika negeri ini kacau. Sungguh, kini kami kehilangan maha guru itu, apalagi ketika melihat semua persoalan bangsa ini yang tak kunjung selesai.

Ada apa ini? Sebuah firasat. Wajar jika hati kami bertanya. Dan kami pun menjadi sesak nafas. Ada apa ini? Mengapa kedatangan Gusdur ke Jombang beberapa hari lalu beritanya menjadi meledak-ledak. Headline berbagai media massa di Indonesia menulisnya. Tidak seperti biasanya. Media massa beritakan Gusdur melebihi sebelumnya. Ada apa ini? Beberapa hari lalu 24 Desember. Banyak media massa dan media online pun menulis Gusdur dalam dua tajuk berita sekaligus. Gus Dur berziarah ke leluhur dan Gusdur jatuh sakit masuk rumah sakit. Ketika itu, kami pun terus berdoa demi kesembuhan Gusdur. Berharap supaya Gus Dur diberi-NYA sehat kembali. Berharap dapat membuat hati kami tenang. Sambil menanti dan mimpi. Kapankah negeri ini menjadi terang.

Kemarin 30 Desember 2009, Jam 7 malam lebih, ketika saya dalam perjalanan ke Menturo Sumobito, menghadiri undangan Cak Nas di acara Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), Pengajian Padhang mBulan se-Nusantara 2009 dan Pertunjukan Gamelan Kyai Kanjeng. Ada pesan singkat dari Bunda Nani Tandjung dari Teater Kail Jakarta. Berita duka Gusdur wafat, Innalillahi. Saya menarik nafas panjang. Karena sebuah pengharapan tak tersampaikan. Suasana hati menjadi galau. Kegembiraan dalam perjalanan menuju Padhang mBulan terusik. Karena guru terbaik bangsa Gus Dur dipanggil Yang Maha Kuasa.

Pun demikian, saya tetap semangat menuju Menturo Sumobito Jombang ke acara Padhang mBulan. Menyampaikan salam dari ibu saya kepada Cak Nun dan Cak Fuad. Karena kebetulan ayah saya, Mukhsin Ahmadi (almarhum, 14 Juli 2009) juga sahabat Pak Fuad, dosen di FPBS IKIP Malang, sekarang menjadi Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pak Fuad di jurusan sastra Arab, sedangkan Bapak di sastra Indonesia. Tulisan dan pemikiran Bapak, lebih fokus pada kritik sastra.  Tak luput juga kritisnya atas karya-karya WS Rendra. Karena semua karya Rendra, Bapak membacanya.

Dalam 2 tahun terakhir, Bapak juga aktif dan focus di komunitas Kyai Kanjeng di Jogja atas undangan Cak Nun. Bapak terakhir bertemu Cak Nun pada bulan Mei 2009, saat mengantar para mahasiswa Sastra Universitas Negeri Malang dalam kegiatan studi lapangan dan pertukaran budaya Melayu dengan mahasiswa dari Malaysia ke CNKK Kyai Kanjeng di Jogja. Yang saat itu juga dihadiri budayawan besar WS Rendra (almarhum, 6 Agustus 2009).

Seorang Mukhsin Ahmadi, ayah saya, sebagai kritikus sastra telah telah berpulang kepada-NYA. Disusul Rendra yang budayawan besar telah berpulang juga kepada-NYA. Terlebih lagi, kini kami kehilangan Gus Dur, sang guru bangsa. GUS DUR. Sungguh, jasamu terlalu besar kepada bangsa ini. Selamat Jalan GUS DUR, Selamat Jalan Presiden, Selamat Jalan Guru Bangsa, Selamat Jalan Pahlawan, Selamat Jalan Putra Terbaik Jombang, Selamat Jalan Tokoh Terbaik Indonesia.

Saturday, December 26, 2009

NANI TANDJUNG dari Teater Kail Jakarta di Roshberry Café Maknai 5 Tahun Tsunami Aceh melalui Kumpulan Puisi “Bila Cinta Tak Sampai”

Dunia sastra, teater, seniman, dan puisi pasti mengenal siapa Nani Tandjung. Seorang tokoh sastra, seniman, monolog, sekaligus pimpinan Teater Kail Jakarta. Adalah kemarin, Jumat 25 Desember 2009 pukul 20.00, Nani Tandjung, seorang sosok wanita tegar kelahiran Sibolga, 26 Agustus 1950 di Roshberry Café. Membacakan syair-syair dari kumpulan puisi karyanya berjudul “Bila Cinta Tak Sampai”.

Syair-syair Nani Tandjung tersebut bercerita tentang gempa yang melanda Aceh, Nias dan Sumatera Utara, lima tahun silam 26 Desember 2004. Kumpulan puisi yang terdiri atas 86 judul tersebut sengaja digarapnya sehari setelah bencana tsunami Aceh.

Acara yang disponsori Roshberry Donuts & Coffee itu dikemas dalam diskusi sastra, puisi, dan doa bersama mengenang peristiwa bencana alam terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Sekitar satu jam, Nani Tandjung membacakan puisi karyanya di hadapan 40 hadirin, kemudian dilanjutkan dialog.

Sangat mengesankan. Pilihan bahasa lugas, tegas, membakar jiwa, dan menyentuh hati. Membangunkan jiwa  para penikmat sastra di Jombang, seolah-olah terbawa pada kejadian sesungguhnya. Banyak pesan moral disampaikan, serta nilai-nilai filsafat ketuhanan. Dalam syair berjudul "Ekor Naga Itu Mengibas", disebutkan "Kemarin, Minggu 26 Desember 2004 sekitar pukul 08.00, rupanya dua naga masih bertubrukan, Saling tindih menindih, Saling dorong mendorong penuh kekuatan......". Dalam penjelasan dan dialog, Nani Tandjung menjelaskan bahwa kejadian dasyat yang mengguncang Aceh tersebut, sebenarnya sebagai wujud kecintaan Tuhan terhadap rakyat Aceh.

Nani Tandjung merupakan seorang seniman yang sangat peka terhadap persoalan masyarakat saat ini. Sehingga tema puisinya juga banyak mengangkat persoalan social masyarakat yang tak kunjung terselesaikan. Hatinya tersentuh, semangatnya membakar, mengingatkan kepada kekuasaan melalui berpuisi.

Diakhir acara, Nani Tandjung mengapresiasi kegiatan yang diusung Roshberry. Menurutnya, Roshberry café layak sebagai bagian dari café budaya. Beliau juga memberikan pesan moral untuk senantiasa menjaga budaya dan kearifan local. Nani Tandjung sangat mendukung, sebaiknya Roshberry Café menjadi katalisator lahirnya pemuda pelestari budaya local, melalui diskusi sastra dan budaya, sampai seni pertunjukan.

Monday, December 14, 2009

Tembus Liputan 6 Siang SCTV, Donat Kampung Kualitas Premium

Donat Kampoeng Utami, donat buatan Jombang tembus siaran nasional berita Liputan 6 Siang SCTV. Ini adalah kali kedua Donat DKU tembus SCTV.  Dan pada akhirnya, donat karya asli Indonesia, lebih Mantap!

Minggu 13 Desember 2009 Donat Kampung Kualitas Premium tembus berita nasional di liputan 6 siang SCTV. Berita yang diliput oleh Reporter Bambang Ronggo dari SCTV itu berjudul: Donat Murah Meriah Datangkan Jutaan Rupiah. Sedangkan video streaming liputan 6, dapat diakses di : Video Donat Kampung Tembus Liputan 6.

Hal ini mengingatkan saya pada  awal 2009 lalu. Tepatnya 5 Januari 2009 Donat Kampung di liputan 6 Jawa Timur. beritanya juga telah saya posting dengan judul: Akhirnya Tembus SCTV, Donat Kampung Utami di Liputan 6 JATIM. Video berita donat kampung ini juga dapat diakses melalui Youtube sebagai berikut. Donat Kampung Utami di Liputan 6 melalui Youtube

Donat Kampoeng Utami atau DKU sudah lama dikenal warga Jombang, Jawa Timur dan sekitarnya. Usaha yang saya kelola ini sudah berlangsung sejak 2001 silam. Untuk donat kualitas standar, harganya pun tetap bertahan dari dulu hingga sekarang. Karena hobi menikmati donat, maka saya selalu konsisten melakukan  uji resep donat kualitas internasional selama bertahun-tahun. Cita rasa dan bentuk donat DKU tak kalah dibanding donat buatan luar negeri.

Tak heran jika donat khusus dengan kualitas medium dan premium, seharga Rp 3000 sampai Rp 4000 selalu diburu pelanggan dari berbagai kota di Indonesia. Beberapa media cetak dan televisi nasional juga kerap kali menyambangi Cafe DKU yang berlokasi di dalam area B-Mart Swalayan Jombang. Dari kafe tersebut, para pemikir muda Jombang juga mulai lahir dari sana. Para profesional, akademisi dan mahasiswa, juga sering mangkal di sana, dan duduk-duduk berlama-lama internetan (free wifi zone), makan donat premium dan minum kopi.


Monday, December 07, 2009

Jombang Kafe Modern: Roshberry Café; Cafe Donut, Café Hotspot, Café Inspirator, Café Eksekutif, Cafe Komunitas, Cafe Mahasiswa

Kafe-kafe bertebaran di seluruh Jombang. Kini, cafe bukan sekadar tempat santai. Roshberry Café contohnya. Sebuah kafe modern seluas 60m2 dekat “budaran UNDAR”, tepatnya berlokasi di B-Mart Swalayan Lantai 2 Jombang. Dari kafe tersebut, pemikiran-pemikiran pro kemajuan Jombang digodok. Para pemikir muda Jombang juga mulai lahir dari sana. Para akademisi dan mahasiswa, juga mangkal di sana. Minum kopi, biar bisa iqro’
tahan lama, katanya.

Spirit perubahan itu mulai tertanam. Hari ini, Senin 7 Desember 2009, di akhir tahun 2009, di kafe Roshberry, berkumpul para pemikir perwakilan dari dewan, pemerintah, NGO, tokoh, jurnalis, akademisi, mahasiswa dan kelompok masyarakat lainnnya. Menarik perhatian publik, membakar semangat perubahan. Semua berasal dari pojok kafe ini. Kafe Roshberry, disiapkan untuk memiliki kekuatan mengubah jalan sejarah.


Para professional seperti dokter, praktisi hukum, ekonomi, social, budaya, dan politik juga terbiasa nongkrong di kafe Roshberry. Setiap lepas aktifitas, para praktisi itu kerap terlihat berdialog  dengan komunitasnya di kafe. Menanyakan berbagai macam persoalan seputar bidang mereka. Di situ mereka biasa duduk rileks, makan donat sambil minum ‘teh tarik’, menu khas Roshberry. Teh yang dicampur susu itu, panas dan nikmat katanya.

Sajian berbagai soft-drink ada di kafe Roshberry. Ada juice strawberry, leci, mangga, apel, melon, dan buah-buahan lain. Di samping teh dan kopi, juga bisa mencoba minum cocktail buah segar. Sambil ngobrol anda bisa internetan gratis, nge-cas baterai juga disediakan secara gratis di kafe Roshberry. Mengesankan, karena dari kafe Roshberry terlahir banyak forum diskusi, dialog, dan debat para pemikir dan tokoh-tokoh di Jombang. Segala persoalan publik, dari politik, ekonomi, sosial, sastra, dan budaya, dibahas di kafe ini. Mereka duduk mengepung meja. Mereka bergantian bicara. Ada moderator ataupun notulen, kadang tidak ada. Dari kafe Roshberry, mereka banyak belajar tentang kehidupan dan mendapatkan inspirasi.

Setelah saya menelusuri beberapa tulisan sejarah dunia, bahwa ternyata sebagian revolusi negara-negara di dunia lahir dari kafe-kafe. Sebagai contoh di Kairo, Mesir. Para pemikir besar, dan hasil karyanya, lahir dari kafe. Ketika saya melakukan penelusuran sejarah karya sastra kelas dunia, karya sastra mereka mendunia juga lahir dari kafe. Sebagai contoh, pada awal abad ke-20, Kafe El-Fishawi di Mesir menjadi primadona. Tokoh besar Mesir seperti Syekh Jamaluddin Al-Afghani, Umar Makram, Syekh Al-Basyari, dan Abdullah al-Nadim sering terlibat diskusi hangat di kafe ini. Raksasa sastra Mesir, Naguib Mahfouz –pemenang Hadiah Nobel Sastra 1988– juga mulai membentuk pola pikir dan tulisannya di kafe ini.

Friday, December 04, 2009

Professional Jombang, Nggak ke Café Roshberry, Nggak Gaul Gitu Loh!

Café, adalah sebuah tempat dimana orang berkumpul, memesan makanan dan minuman ringan, seperti kopi panas atau soft-drink lainnya, sambil ngobrol dari yang paling santai sampai yang bikin kepala puyeng. Pembicaraannya biasanya tentang fenomena dan dinamika kehidupan, yang berfokus pada diskusi terbuka dalam sebuah topik tertentu.

Roshberry Café di B-Mart Swalayan, satu-satunya café modern di Jombang, yang mampu memberikan fasilitas ganda, yaitu ngobrol plus nge-net gratis. Perpaduan menu utama donuts, bakery, brownies, ,muffin, cake, tart, beverages. Roshberry Café,  nyaman buat ngumpul bareng, asyik buat ngobrol, nyantai buat kongkow, gaul banget, free wifi, internetan gratis dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Mantap! Professional muda Jombang, nggak ke Roshberry Café, nggak gaul gitu loh!

Definisi Café (baca: kə'fei) juga dieja kafe, adalah restoran kecil tempat minuman dan makanan ringan dijual [syn: (coffeehouse), kedai kopi, bar kopi]. Dalam kamus melayu online, kafe adalah restoran kecil yang menyajikan makanan dan minuman ringan. Menurut wikipedia, Kafe dari bahasa Perancis café. Arti secara harafiah adalah (minuman) kopi, tetapi kemudian menjadi tempat di mana seseorang bisa menikmati minuman, tidak hanya kopi, tetapi juga minuman lainnya.

Di Indonesia, kafe berarti semacam tempat sederhana, tetapi cukup menarik di mana seseorang bisa makan makanan ringan. Dengan ini kafe berbeda dengan warung. Istilah café juga dapat merujuk kepada bistro atau fasilitas restoran dalam hotel. Definisi secara bebas, sebuah café adalah restoran kecil yang menawarkan berbagai makanan dan minuman secara terbatas. Hal ini berbeda dari coffee house, yang menawarkan menu terbatas yang berfokus pada penjualan kopi.

Di kota kecil, kafe sering menjadi tempat pusat berkumpulnya komunitas untuk ngobrol, cangkru’an dan pertemuan. Di pusat-pusat bisnis, dari kota-kota besar, kafe dan kedai kopi sering terbuka hanya untuk sarapan dan makan siang, karena pengunjung akan meninggalkan café itu setelah masuk jam kerja. Sebuah café juga dapat merujuk kepada sebuah diskusi publik informal kecil. Pembicaraannya biasanya tentang fenomena, dan sering berfokus seputar diskusi terbuka pada sebuah topik tertentu.

Jadi istilah kafe akan membuat kita langsung membayangkan sebuah tempat dimana orang berkumpul, memesan makanan dan minuman ringan, seperti kopi panas atau soft-drink yang lainnya, sambil ngobrol dari yang paling santai sampai yang bikin kepala cekot-cekot. Dulu di Indonesia, tempat semacam itu cukup disebut warung kopi. Dari masa ke masa, seiring dinamika masyarakat, istilah kafe yang dulu begitu mahal dan mewah, sekarang menjadi lebih familiar, menjamur, dan tidak mahal. Sehingga istilah kafe lebih nyaman terdengar, lebih bergengsi ketimbang warung kopi.

Dari sudut pandang sosiologis, kehadiran cafe juga mempunyai fungsi dan peran strategis dalam melahirkan pemikir-pemikir yang luar biasa. Di Yogya misalnya, dari café memunculkan seniman-seniman handal  sekaliber WS. Rendra, Ebit G. Ade, Emha Ainun Najib. Tak heran jika para mahasiswa aktifis sekarang, juga lebih memilih café sebagai angkringan buat mangkal atau base came. Dinamika perubahan yang cepat, memang membuat pola perilaku semakin unik. Kalau jaman dulu (jadul), orang bertapa, merenung, dan memecahkan masalah di gunung atau pergi ke laut, kini bisa merenung dan memecahkan masalah mereka di café, atau mungkin malah refreshing  jalan-jalan ke mall.

Kehadiran Roshberry Café yang di launching 18 September 2009 pun tidak serta merta ada begitu saja. Setidaknya ide, gagasan, filosofi, dan desainnya telah dirancang dan dipikirkan secara matang dalam 5 tahun terakhir. Roshberry Café sengaja disiapkan sebagai katalisator perubahan masyarakat local menuju kehidupan modern. Masyarakat professional pun menyambutnya dengan suka-cita. Roshberry Café telah dinobatkan sebagai pioneer dan satu-satunya café modern pertama di Jombang. Hal ini sesuai dengan salah satu visi-misi Roshberry, yaitu mendukung dan membaurkan aktifitasnya di dunia akademik, social dan kemasyarakatan.

Tuesday, November 24, 2009

Teman Ngeblog: Kopi dan Donat Mampu Pertajam Daya Ingat

Kopi; minuman paling nikmat sepanjang sejarah dunia. Secangkir kopi setiap hari ternyata tak hanya sekedar rutinitas, tapi bagi sebagian orang sudah menjadi kebutuhan. Apalagi jika ditemani Donat Premium. Hmm, Mantap!



Perubahan gaya hidup, memungkinkan seseorang bisa lebih menikmati hidupnya. Bagi kalangan muda dan profesional, kopi merupakan teman terbaik kongkow, ngenet di depan komputer. Apalagi kopi Indonesia, terkenal mempunyai cita rasa yang tinggi dan paling digemari di seluruh dunia. Nikmati berbagai varietas kopi, dengan cita rasa dan keasaman yang berbeda.


Minum kopi, tubuh terasa lebih segar sehingga gairah kerja meningkat. Hal ini disebabkan di dalam kopi terdapat zat yang dapat membantu merubah lemak menjadi energi, yang disebut dengan kafein. Dipercayai, bahwa minum kopi disertai makan donat dapat meningkatkan gairah kerja.

Setiap adonan Donat Kampoeng Utami (DKU) 30gram mengandung kadar lemak sekitar 6.35gram. Tepatnya mengandung kalori : 116 Kal, yang terdiri dari: (Protein : 1.85 gr, Lemak : 6.35 gr, Karbohidrat : 12.78 gr, Serat : 0.39 gr, dan Air : 8.63gr). Jika kita makan Donat DKU bersama minum kopi, kita akan merasakan manfaat yang luar biasa.

Kemampuan kafein dalam kopi untuk merubah lemak dalam donat dapat menstimultan otak. Sehingga perpaduan kopi dan donat tersebut akan memberikan kekuatan ekstra untuk berperang melawan rasa lelah. Dampaknya, munculnya semangat yang tinggi. Minum kopi dan makan donat secara teratur dan tidak berlebihan dapat menambah kebugaran. Makan donat dan minum kopi sehat yaitu dengan kadar kafein hingga 240 mg per hari (1-3 cangkir kopi). Dosis ini tidak mempunyai efek negatif bagi orang yang sehat. Tambahkan 2 sendok susu bubuk untuk membuat   coffee-mix atau espresso-late.

Cafe modern DKU di B-Mart Swalayan Jombang, memberikan fasilitas luar biasa kepada pelanggan. Customer bisa menikmati donat, coffee, sambil berselancar wifi-an gratis. Sandingkan kopi, donat, dan laptop sebagai bagian dari lifestyle, dan temukan inspirasinya.


Monday, November 23, 2009

Layak Tayang TransTV Jelang Siang, Reporter Poppy Pradana Liput Donat Kampung


Setelah berbagai media cetak dan tv nasional terus-terusan blow-up DKU, kini giliran kali kedua tembus TransTV. Donat Kampoeng Utami (DKU) di acara Jelang Siang, Rabu 18 Nopember 2009. Story tentang DKU, memang menggelitik banyak orang. Tak hanya cerita dari trotoar ke mancanegara; tetapi juga dari pena ke mata kamera.

Pun akhirnya, reporter kesayangan pemirsa Jelang Siang Trans-TV, Poppy Pradana Putri  (foto:kanan) kunjungi kota Jombang, Jawa Timur, Kamis 5 Nopember 2009. Sudah lama diagendakan, kota Jombang akan menjadi obyek acara Jelang Siang Trans TV. Salah satu pilihannya jatuh pada Donat Kampoeng Utami. Ini adalah kali kedua DKU ditayangkan oleh TransTV. Kali pertama di acara Wisata Kuliner bersama Pak Bondan Mak Nyuss tahun lalu, 17 September 2008.

Dalam acara jelang siang Rabu 18 Nopember 2009, story DKU dikemas tayang berdurasi 10 menit. Sungguh, ini durasi fantastis dan relative terlama sepanjang sejarah tayang DKU di televisi nasional. Ditayangkan lengkap, kisah perjalanan, dari DKU konvensional sampai DKU Café Modern yang  sudah dilengkapi dengan fasilitas Akses point internet Wifi Free. Di café modern kami, customer dapat menikmati 24 macam donat premium dan berbagai minuman hot & cool. Serta dapat internetan wifi gratis mulai dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Sejak grand opening 25 Oktober 2009, cafe modern kami yang berlokasi di B-Mart Swalayan Lantai 2 Jombang, kerap disambangi pejabat dan masyarakat kelas middle-top dari berbagai kota..

Melalui Trans-TV, berjuta-juta pemirsa seluruh Indonesia telah menonton perkembangan DKU terkini. Banyak diantara pemirsa menghubungi saya. Heran. Ternyata kabar tentang ‘donat kampoeng utami’ yang diceritakan di dunia maya itu memang benar-benar riil, bukan fiksi. DKU itu ada dan terus berkembang.

Di akhir kunjungannya, kami sempatkan ramah-tamah foto bersama dengan para donut lovers, Mbak Poppy, dan Mbak Nova (bagian: kamera). Suasananya, akrab dan menyenangkan. Tapi belum sebulan kunjungan acara jelang siang, kami sudah rindu para crew Trans-TV. Bagaimana kami dapat berjumpa kembali.

Sepintas tentang Reporter Trans-TV Poppy Pradana. Courtesy Harian Suara Merdeka, Poppy Pradana Putri, kelahiran Pekanbaru 30 Desember 1983, adalah alumni Program Profesi Fakultas Psikologi UGM. Ia juga pernah terpilih sebagai Putri Indonesia 2004 mewakili Jogjakarta, fasih berbahasa Inggris dan Jepang. Setelah lulus kuliah, kemudian ia bergabung TransTV sebagai reporter berita, dan sekarang kebagian job di acara Jelang Siang TransTV. *** Terima kasih Trans-TV ***.

Saturday, November 21, 2009

Gaya Hidup, Professional Muda Jombang Pilih Nongkrong di Cafe Donat

Genderang perubahan lifestyle, saya tabuh 2 bulan lalu. Momentum luar biasa itu ditandai launching-nya café donat premium di B-Mart Swalayan Lantai 2 Jombang. Tak kalah dengan ‘cita-rasa impor’, café ini pun kerap disambangi para pejabat dan kalangan middle-top dari berbagai kota.

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang hanya medium taste. Maka atas dorongan para pelanggan loyal DKU di segmen middle-top, akhirnya resep pamungkas donat premium saya keluarkan. Donat premium dengan 24 varian rasa berstandar tinggi. Tidak tanggung-tanggung, harganya Rp 4 ribu per donat. Respon pasar middle-top pun sangat bagus. Konsep café donut premium tersebut saya kombinasikan dengan café free wifi. Akses point hotspot menggunakan teknologi canggih merk ‘Senao’.

Dari pengamatan saya sejak 2006, donat premium telah menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle) ‘kelompok masyarakat dinamis’ metropolis. Tanpa perlu edukasi, kelompok ini sadar bahwa donat premium merupakan bagian dari kebutuhan hidupnya. Sebab, donat premium lebih ‘enak’ dan ‘empuk’ dari sisi rasa, mampu menggugah selera, dan keren lho topping-nya. Tentu saja akan meningkatkan ‘rasa percaya diri’ bagi yang membawanya. Pengalaman psikologis ini sering kami amati dari perilaku customer kami. “Donatnya soft dan exclusive banget, kemasannya excelence”, katanya.

Saya sangat faham apa yang dirasakan customer kami saat ini. Sebab saya telah mengamati, bahwa pengalaman semacam ini sudah dialami kaum elite metropolis sejak 5 tahun yang lalu. Sekarang waktunya memberikan edukasi kepada masyarakat.

Mengikuti dinamika terkini, konsepnya pun telah saya tambahkan. Ada nilai plus-nya, yaitu tambahan di bidang teknologi informasi. Di café kami, customer akan memperoleh pengalaman exclusive. Menikmati donat premium dengan 24 varian rasa dan berbagai soft-drinkplus bisa browsing di dunia maya. Fasilitas wifi gratis dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Yang pasti, tersedia juga minuman khas Malaysia, yaitu “teh tarik’. Mantap !.

Silakan Baca Juga :

Thursday, November 19, 2009

Donat Kampoeng Utami, Sukses Gelar Pesta Blogger Di Jombang

Lomba Ngeblog; inspirasi itu muncul dari pikiran saya ketika kebanyakan orang lebih menyukai situs jejaring social, facebook (baca : fesbuk). Dalam pengamatan saya, sejak facebook popular, intensitas posting para blogger Indonesia kian menurun.

Hal ini yang mendorong saya hingga inspirasi ‘lomba ngeblog’ untuk umum se-kabupaten Jombang dan sekitarnya digelar. Lomba ini  digelar 25 Oktober 2009 dalam rangka memeringati Hari Sumpah Pemuda dan sekalian grand opening gerai premium donuts & coffee. Beberapa pakar blogger Jombang mengakui, inilah pesta blogger pertama yang paling sukses menggandeng partner sepanjang sejarah di Jombang, Jawa Timur, ketimbang waktu sebelumnya. 

Inilah sebuah tugas besar yang telah sukses saya selesaikan pada akhir Oktober 2009. Event besar untuk meng-edukasi terkait sebuah project untuk mengantar perubahan pola  lifestyle masyarakat lokal di Jombang, Jawa Timur. Tema lomba ngeblog adalah "Semangat berbagi cerita, ide, inspirasi, dan harapan tentang dinamika gaya hidup (lifestyle) masyarakat Jombang terutama bidang informasi teknologi". Hal ini terkait salah satu visi dan misi kami untuk senantiasa ikut berperan dalam mengantar masyarakat Jombang menuju perubahan. Tak sia-sia jika Tabloid Nova pernah menulis kisah saya dengan judul : "Donat Kampung Masuk Kota".

Dalam lomba itu, peserta lomba diberi waktu 2 jam untuk berkreasi. Peserta lomba berasal dari Jombang, Mojokerto, Kediri, Nganjuk, Lamongan, Gresik, dan Surabaya. Panitia menunjuk 3 orang tim juri, yaitu Jalaluddin Hambali (Redaktur Pelaksana Harian Radar Mojokerto – Jawa Pos), Robert AF Budiman (Desainer Grafis dari www.djombang.com), dan saya sendiri (Rosidah; red). Selama lomba, setiap peserta mendapat fasilitas sajian donat premium dan minuman gratis (hasil racikan saya tentunya, red). Biaya pendaftaran juga digratiskan.

Setelah dilakukan penilaian dari tim juri, blog milik Alid Abdul menjadi pemenang terbaik 1 lomba ngeblog, dengan judul Tempat Nongkrong Modern di Jombang. Terbaik ke 2 diraih blog milik Darmawan, Aku Ngeblog Lagi, dan Terbaik ke 3 yaitu blog milik Satriagung.

Selain para jawara blog terbaik, ada juga blog favorit. Tim juri memilih blog punya Junaedi Jun sebagai blog favorit 1, dengan judul Rosidah, Donatpreneur Yang Blogger!. Sedang favorit 2 diraih oleh blogger Nurmanto.

Semua peserta lomba ngeblog mendapat fasilitas dan bingkisan donat, soft-drink, souvenir, sertifikat. Sedangkan para pemenang lomba ngeblog mendapatkan tropi, flash-disk, voucher, souvenir, dan sertifikat. Daftar para pemenang lomba ngeblog, telah kami publikasikan dan dapat dibaca melalui Berita Radar Mojokerto - Jawa Pos Edisi Senin 26 Oktober 2009, halaman 37. Atau dapat dilihat di group facebook., silakan klik DISINI.

Agar kami terus bisa berkarya, para fans DKU dapat mendukung group facebook kami, karena dukungan ini dapat menjadi bahan bakar semangat kami, berkarya demi Indonesia.

Wednesday, October 14, 2009

Racikan Itu, Menjadi Bahan Bakar Semangat Saya

Saya sangat bersemangat hari ini. Hari kerja yang menyenangkan. Beberapa proposal kegiatan bertumpukan di meja ruang tamu. Iya, ada sebuah tugas besar yang harus saya selesaikan akhir Oktober 2009. Event besar untuk meng-edukasi terkait sebuah project untuk mengantar perubahan pola  lifestyle masyarakat lokal di Jombang, Jawa Timur.


Resep itu yang membuat hari-hari saya selalu bersemangat. Racikan itu selalu autorecall, seperti video-player dalam alam pikiran saya. Racikan yang hanya tertulis dan tersimpan di dalam pikiran saya. Sebuah resep sederhana, tapi punya kekuatan luar biasa yang dapat menembus batas-batas antar negara, Resep Donat Kampoeng Yang Premium. Resep itu yang mengantar saya, memberikan suplemen hingga stamina saya senantiasa prima. Memropagandakan hasil karya lokal, bercita rasa dunia, Donat Kampung Utami, atau kini juga populer dengan DKUDONUTS.

Resep donat premium mengingatkan saya sebuah memorial tahun lalu. Kisah itu telah saya posting dengan judul : Akhirnya Saya Diterbangkan. Foto di atas saya ambil di salah satu mall, ketika saya melancong berkeliling negeri Jiran. Hari itu saya jalan-jalan, menelurusi kios-kios, toko, mart, mall, dan pusat grosir. dari Penang sampai Kuala Lumpur. Sempat rehat selama 2 jam, Saya Ada di Puncak Petronas . Mal-mal di Jiran terasa lebih tenang dan nyaman. Tak seperti di Indonesia yang cenderung uyel-uyelan. Meskipun tidak banyak produk Indonesia yang beredar resmi di Jiran, saya pun menemukan beberapa produk asal Indonesia. Beberapa merk produk coklat produksi Indonesia juga saya temukan, terutama di mall-mall besar. dan bersertifikasi Halal. Bahan-bahan kue di Jiran juga cenderung lebih mahal jika dikonversi dengan ukuran mata uang Indonesia.


Hampir seharian kami menelusuri banyak tempat. Dan kemudian, hari sudah menjelang gelap, saya memutuskan untuk balik ke hotel, rehat makan  malam. Esoknya, hari Minggu saya balik lagi ke Indonesia.


Tuesday, September 01, 2009

DKUDONUTS Sponsori Jombang Facebookers pada Acara Buka Puasa Bersama di Cafe D'Qual-ly Jombang

Salah satu komunitas fesbuk yaitu Jombang Facebookers, adakan acara buka bersama, Minggu 30 Agustus 2009.

Hadir kawan-kawan Jombang Facebookers dari berbagai latar belakang profesi. Hadir pula kawan-kawan jurnalis dari Jombang Media Center (JMC), yang bermarkas di Jalan KH.Wahid Hasyim Jombang. Acara dikemas simple namun memberikan arti yang mendalam untuk mempererat persahabatan sesama warga Jombang, bersama membangun Jombang dengan profesi masing-masing.

Acara dibuka oleh Admin Jombang Facebookers (Anam), Aziz Vico sebagai MC, dan dibantu beberapa kawan team panitia kecil. Saling tukar informasi merupakan bagian dari acara, kemudian dilanjutkan ramah-tamah, dan diakhiri dengan buka puasa bersama. Iringan electone musik Islami juga mewarnai acara tersebut.

Sebagai informasi, bahwa terdapat banyak komunitas facebook Jombang. Jumlahnya ratusan, bahkan mungkin ribuan group. Namun di komunitas Jombang Facebookers ini anggotanya selalu solid dan update informasi yang bermanfaat untuk kemajuan anggota groups lainnya.

Dalam acara buka puasa bersama (bukber) kali ini, DKUDONUTS menjadi salah satu sponsor utama. DKUDONUTS siapkan takjil gratis sebanyak 50 paket donat, setiap paket isi 2 donat kualitas medium.

Sunday, August 23, 2009

Ketua Tim Penggerak PKK Jombang Kunjungi Stan DKUDONUTS di Acara Pembukaan Pasar Ramadhan 1430H, 22 Agustus 2009 di Pelataran Pusat Oleh-Oleh Jombang

Semakin Semarak. Demikianlah pembukaan pasar tahunan Ramadhan di depan GOR Merdeka dan pelataran Pusat Oleh-oleh Khas Jombang di jalan Merdeka, Sabtu 22 Agustus 2009.
Foto dari kiri: Ibu Hj. Wiwik Suyanto, Ibu Susi Widjono Soeparno, ketika mengamati dan memesan produk DKUDONUTS.

Pembukaan Pasar Ramadhan dihadiri sejumlah pejabat Muspida Jombang. Hadir Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Jombang (istri bupati Jombang) Ibu Hj. Wiwik Suyanto, SE (foto: kiri), Wakil Bupati Jombang Drs. H. Widjono Suparno Msi beserta Ibu Susi Widjono Suparno (foto: tengah), serta Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Jombang, Hasan, SH, MSi.

Menurut Wabup Widjono Soeparno, dalam sambutannya mengatakan bahwa untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap produk beras, diversifikasi pangan non beras kini menjadi penting untuk terus dikenalkan kepada masyarakat. Pembukaan Pasar Ramadhan kali ini ditandai dengan acara gunting pita dari bunga melati oleh Ketua Tim Penggerak PKK Jombang, Ibu Wiwik Suyanto, sebagai tanda gunungan apem raksasa untuk dibagikan kepada masyarakat yang hadir di pasar Ramadhan.

Acara selanjutnya yaitu meninjau beberapa stan binaan Dinas Koperasi Jombang di halaman Dinas Koperasi Jombang dan Pusat oleh-oleh khas Jombang. Foto disamping kiri diambil ketika Ibu Susi Widjono Soeparno menuju stan DKUDONUTS. Ibu Hj. Wiwik Suyanto dan Ibu Susi Widjono Soeparno memberikan apresiasi positif terhadap perkembangan produk-produk DKU, sebagai produk unggulan Jombang yang berdaya saing.

Tak hanya di Jombang dan sekitarnya. Diprediksikan, Donat Kampoeng Utami (DKU) semakin menjadi favoirit masyarakat Indonesia, sebagai produk lokal bermutu  internasional. Produk Indonesia bercita rasa dunia, dan menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Bahkan bisa terus berkembang sampai manca negara. Di akhir kunjungan ke stan DKUDONUTS, Ibu Hj. Wiwik Suyanto dan Ibu Susi Widjono Soeparno memesan produk DKU.

Wednesday, July 29, 2009

Sukses, Kunjungan 20 Pengusaha Bakery Surabaya - Gapertis ke Cafe Dkudonuts

Sukses. Acara Kunjungan Wisata, Persahabatan, dan Studi Banding dari Gabungan Pengusaha Roti Surabaya & Sekitarnya (Gapertiss) ke Cafe DKUDONUTS Jombang, Rabu 29 Juli 2009.

Hari ini, sebuah kehormatan bagi Dkudonuts ketika satu rombongan para pakar bakery Surabaya sambang ke Cafe Dkudonuts. Agenda acara yang sudah terencana sejak sebulan lalu, akhirnya sukses melalui kunjungan persahabatan dan ramah-tamah. Adalah Pak Budi dari Indofood-Bogasari Flour Mills, Area Sales Wilayah Jombang dan Bapak Bonaran Siagian (Area Sales Promotion Supervisor - Commercial Division Surabaya), yang menjembatani acara pertemuan istimewa ini.

Rombongan dipimpin oleh pakar bakery Surabaya, Ibu Fatmawati Bafadal, Ketua Gabungan Pengusaha Roti Surabaya & Sekitarnya(Gapertiss). Acara diawali sekitar jam 1 siang, yaitu jamuan makan siang dengan berbagai menu yang telah tersedia di Cafe Dkudonuts & RM. Sari Rasa. Dilanjutkan sambutan dari ketua rombongan, studi banding, dan dialog seputar bisnis bakery. Dialog mengangkat tema story perjalanan resep premium Dkudonuts. Bagaimana perjalanan resep premium Dkudonuts, hingga akhirnya mampu menembus investor di berbagai negara kawasan Asia dan Timur Tengah.

Di sela-sela acara ramah-tama, saya sempatkan berdialog singkat dengan ketua Gapertiss. Jika dimungkinkan, akan ada sinergi antara Dkudonuts dengan Gapertiss secara berkelanjutan.


Di akhir acara, sekitar jam 4 sore, Dkudonuts dan Gapertis saling tukar bingkisan dan kenang-kenangan sebagai tanda persahabatan. Dkudonuts memberikan bingkisan berupa paket produk Dkudonuts.

Thursday, July 09, 2009

Tembus Tabloid Saji Terbaru, Donat Kampung Kualitas Premium


"Donat kampoeng Utami (DKU), Jombang. Donat Asal Kampung Kualitas Premium".

Demikianlah judul berita dalam kolom 'kisah sukses' halaman 18 di Tabloid Saji terbaru edisi 8 Juli 2009. Kunjungan jurnalis Miftakh Faried beberapa waktu lalu (11/6) di cafe Dkudonuts memberikan kapsul pemicu bagi DKUDONUTS untuk terus tumbuh dan berkembang meningkatkan pelayanan kepada pelanggan ke arah PREMIUM CLASS.



Tabloid kuliner bergengsi itu mengisahkan asal-usul nama Donat Kampoeng Utami, mengapa nama DKU kami pilih. Jurnalis Miftakh Faried juga mengupas lengkap dari hobi masak sampai ahli masak, dari promosi klasik sampai menebar jejaring network, dari kelas kampung sampai premium, dari lokal sampai internasional, semua komplit dibedah dalam satu halaman kisah sukses. Lebih lengkap tentang Dkudonuts, silakan baca di kolom kisah sukses, Tabloid SAJI Edisi Khusus, 8 Juli 2009.

Cafe Dkudonuts kelas medium telah kami buka awal Mei 2009. Apresiasi masyarakat lokal pun luar biasa. Buka setiap hari, jam 10.00-22.00 wib. Selain pelanggan Jombang, kini Dkudonuts juga diburu pelanggan dari daerah lain, yaitu Kediri, Nganjuk, Madiun, Lamongan, Mojokerto, Krian, Sidoarjo, Jombang, Pasuruan, Malang, dan Surabaya. Berita perkembangan Dkudonuts juga terdengar bupati, orang nomor 1 di Jombang. Di sela-sela sesi ramah-tamah temu usaha UKM/IKM (16/6), Bupati Jombang bersama Wakil Bupati sempatkan berdialog dengan dengan kami. “Saya akan memfasilitasi tempatnya. Mohon saya juga diingatkan kalau saya lupa”, kata Bupati.

Tak berhenti sampai di sini. Saat ini kami telah menyiapkan semacam konsep modern gerai DKUDONUTS PREMIUM & COFFEE, lengkap dengan Wifi Free. Kita bisa menikmati donat dan minum kopi, sambil berselancar di internet. Insya Allah akhir tahun 2009, kami bisa mewujudkannya.

Meskipun usaha donuts premium & coffee ini kami rintis sendirian, kami senantiasa welcome bagi para investor untuk membuka gerai khusus kelas premium di kota-kota besar seluruh Indonesia. Soal rasa dan penampilan, tak perlu bertanya-tanya. Kami bisa menjamin tak kalah dengan donat-donat ternama yang sudah ada di seluruh dunia. Apalagi resep kami telah berkembang di beberapa negara di Asia Tenggara, dan tahun 2010 akan diaplikasikan pula di kawasan Timur Tengah dan Arabian Gulf.

Kunjungi Website : ANEKA KUE KERING LEBARAN

Sunday, June 21, 2009

Siap Kembangkan Konsep Premium Akhir 2009

Bersama berjalannya waktu, tahun 2009 merupakan momentum terbaik bagi Dkudonuts untuk terus meningkatkan pelayanan. Dukungan Bupati Jombang, Drs H. Suyanto MMA kepada Dkudonuts di sela-sela acara temu usaha (16/6) beberapa hari lalu memberikan bekal baru bagi Dkudonuts, senantiasa terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Dukungan masyarakat pun juga sangat kuat kepada Dkudonuts supaya nantinya dapat melayani donut untuk semua segmen dan klas. Setelah sukses di kelas standar dan medium, pelanggan Dkudonuts mengelu- elukan supaya Dkudonuts segera punya gerai donuts & coffee premium di Jombang.

Atas dukungan Bupati dan pemerintah Jombang, Dkudonuts siap kembangkan konsep premium akhir tahun 2009. Saat ini kami telah siapkan konsep gerai premiumnya. Berlokasi di pusat kota Jombang dengan luas 60 meter persegi, akan tersedia 30 set tempat duduk, friend & family place plus free Wifi. Semua pengunjung bisa kongkow-kongkow dan nge-NET gratis di gerai kami. Tentu ditemani sajian donuts premium, coffee dan aneka soft-drink.

Dijadwalkan, gerai Dkudonuts premium opening soon akhir tahun 2009. Mudah-mudahan gerai Dkudonuts Premium menjadi salah satu alternatif tempat pilihan nyaman bagi yang mengutamakan life-style, premium class; donuts, coffee, & soft-drink. Meskipun demikian, Dkudonuts premium akan tetap memperhatikan kemampuan market Jombang, supaya harganya tetap bisa terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Wednesday, June 17, 2009

Temu Usaha: Bupati Jombang Berikan Apresiasi Perkembangan DKU Donuts

Bupati Jombang Drs. H. Suyanto, MMA memberikan apresiasi positif terhadap perkembangan DKU Donuts di Jombang. Hal ini terungkap dalam acara Temu Usaha Dalam Rangka Upaya Meningkatkan Daya Saing IKM/UKM kabupaten Jombang kemarin (16/6). Di sela-sela sesi ramah-tamah dan tinjau contoh produk UKM/IKM, Bupati Jombang bersama Wakil Bupati sempatkan berdialog dengan dengan perwakilan dari DKU Donuts. “Saya akan memfasilitasi tempatnya. Mohon saya juga diingatkan kalau saya lupa”, kata Bupati.

Dalam perkembangannya, kini sudah ada Café DKU Donuts klas medium. Sejak dibuka awal Mei 2009, berlokasi di jantung kota Jombang (depan Mapolres Jombang) di RM.Sari Rasa Jalan KH.Wahid Hasyim 122-D Jombang. Cafe DKU Donuts hadir dengan konsep baru yang lebih fresh. Sehingga masyarakat Jombang dan sekitarnya sudah tak perlu jauh-jauh perjalanan ke kota besar (Surabaya atau Jakarta), hanya sekedar untuk beli donuts saja. Tak tanggung-tanggung, pelanggannya pun kebanyakan kelas menengah-atas.

Di sini Café DKU Donuts menjual donat kelas medium dengan kemasan stylist box. Pengunjung juga bisa menikmati donat dan soft-drink di dalam resto dengan fasilitas 100 set tempat duduk. Varian donatnya lebih dari 33 macam donat. “Semuanya dijamin Fresh & Delicious Setiap Hari”. Bahan baku donat 100% dijamin berkualiats terbaik dan tidak menggunakan bahan pengawet kimia. Donat kualitas medium ini dijual dengan harga Rp 2.500. Beli 6 donat (1/2 lusin) cuma Rp 14.000. Satu lusin yang mestinya seharga Rp 36.000, cuma bayar Rp 25.000 plus bonus free 1 donat.

Sedangkan resep donat kualitas premium memang belum di launching khusus ke konsumen. Apalagi harga DKU Donuts Premium kisaran Rp 5.000. Jadi konsep ono rego ono rupo akan berlaku khusus pada DKU Donuts kualitas premium. Dibuat dari bahan baku khusus berkualitas terbaik Indonesia, dan sebagian lainnya chocolate dan gandum harus kami datangkan langsung dari Amerika dan Eropa.

Harapannya mudah-mudahan DKU Donuts kualitas premium ini bisa diterima masyarakat Jombang sebagai produk berkelas dan tentu tetap terjangkau harganya. Kami masih mempersiapkan suatu konsep modern gerai donuts & coffee premium plus Free WIFI di Jombang, mudah-mudahan bisa opening akhir tahun 2009.

Monday, May 25, 2009

Donat Mewah di Jantung Kota Jombang, Hadir DKU Donuts & Café - RM.Sari Rasa

Kami telah hadir tepat di jantung kota Jombang. DKU Donuts & Café, harganya murah rasanya mewah. SATU-SATUNYA tempat menikmati donat mewah di kota Jombang. Lengkap dengan berbagai soft-drink. Tempat bersantai dan ngobrol paling asyik dan nyaman bersama teman, rekan, partner, kolega, dan keluarga. Café DKU Donuts - RM. Sari Rasa Jombang didesain berbeda dengan resto lainnya. Tempat kami leluasa layaknya sebuah hall. Disediakan ruangan full AC untuk berbagai acara pertemuan.

Tersedia 100 set tempat duduk di dalam dan di luar ruangan yang nyaman, bersih, dan luas. Area parkir pun leluasa untuk mobil dan motor. Dikemas dengan konsep nyaman, diperuntukkan bagi semua kalangan dan usia, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Ruangan restoran didesain khusus sehingga sangat cocok untuk acara pertemuan keluarga maupun acara pertemuan lainnya. Pengunjung juga dimanjakan dengan perlengkapan TV, home theater, dan karaoke. Sehingga pengunjung dijamin nyaman dalam menikmati sajian donuts dan aneka soft-drink. Disediakan pula musholla, dan toilet.

Dengan konsep baru yang lebih fresh, Cafe DKU Donuts merupakan satu-satunya wisata kuliner donat mewah di tengah kota Jombang. Masyarakat Jombang dan sekitarnya sudah tak perlu jauh-jauh perjalanan ke kota besar (Surabaya atau Jakarta), hanya sekedar untuk beli donuts saja. Jika di kota besar metropolitan harus bayar lebih dari Rp 5.000 per donat, tapi DKU Donuts cuma Rp 3.000 per donat. DKU Donuts menjadi super hemat lagi jika beli lebih dari 1 donat. Beli 2 donat, harusnya Rp 6.000 cuma bayar Rp 5.000. Beli 6 donat, harusnya Rp 18.000 cuma bayar Rp 14.000. Beli 12 donat, harusnya Rp 36.000 cuma bayar cuma Rp 25.000. Dilengkapi berbagai soft-drink kelas resto, harganya terjangkau mulai Rp 2.000.


DKU Donuts menyediakan 33 macam donat kualitas medium dan 7 macam donat kualitas premium. Semuanya dijamin Fresh & Delicious. Selalu Baru Setiap Hari. Bahan baku donat 100% halal berkualiats terbaik dan tidak menggunakan bahan pengawet kimia. DKU Donuts diproduksi hari ini, hanya untuk dikonsumsi hari ini.

Monday, April 27, 2009

Surat dari Kampung untuk Republik, Sudah Bukan Zaman Impor-imporan Donat, Baca Majalah Wacana Mitra Bogasari, Edisi April 2009

Beberapa kali saya telah berkirim surat kepada Bogasari di Jakarta. Akhirnya surat dari kampung pun tembus ke meja redaksi Bogasari.

Selanjutnya kepada Bapak MR. Pamungkas, Team Marketing Communication Bogasari Flour Mills, saya sering share tentang kekuatan ramuan donat kampung. Begitu juga terima kasih kepada Ibu Queen Satrio, General Affairs Manajer, PT. ISM Bogasari Flour Mills yang selalu bersedia share dan mendengar informasi dari kami tentang bagaimana peran para aplikator terigu Bogasari di daerah.

Terima kasih, karena tulisan saya akhirnya terpublikasi dalam Majalah Wacana Mitra Bogasari, Edisi April 2009. Surat dari Kampung: Terinspirasi Bogasari, Kini Dunia di Ujung Jari.

Sudah sekian tahun saya berkampanye, mengabarkan kepada masyarakat Indonesia. Tentang dasyatnya ramuan donat kampung asli Indonesia. Wes Gak Jaman Impor Donat Maneh (Sudah bukan jamannya lagi impor-imporan donat). Kini jaman sudah berubah. Produk makanan asli ramuan Indonesia, kualiasnya sungguh luar biasa. Tak kalah dengan produk asing dari Barat. Dan sudah saatnya masyarakat Indonesia sadar, untuk senantiasa cinta produk makanan olahan Indonesia. Waktunya berfikir praktis, donatnya dapat, dananya hemat. Donat kampung, bayarnya sungguh hemat, rasanya sungguh nikmat. Inilah tawaran solusi proteksi produk local. Harapannya generasi ke depan senantiasa menyintai donat local Indonesia.


Saya telah persembahkan ramuan resep donat terbaik untuk negeri ini. Berbahan baku local, bercita rasa internasional. Saya pun mampu berkreasi lebih dari 60 topping donat terbaik untuk negeri ini. Dan untuk mengembangkannya, bola itu telah saya gelindingkan ke tangan investor Indonesia saja.


Kini waktunya investor Indonesia menggelontorkan investasinya untuk membangun gerai donut premium di seluruh kota besar di Indonesia. Dengan kekuatan investasi itu, silakan guritakan, dan persembahkan kepada Indonesia. Atau terus saya gelindingkan saja ilmu ini di negeri seberang.

Sunday, April 12, 2009

Donat Kampung Utami di Tabloid KOKI, Bahan Kampung Mutu Premium. Baca Edisi 9 April 2009

Lagi, Donat Kampoeng Utami (DKU) kebagian Profil di Tabloid KOKI edisi 9 April 2009. Berawal dari telepon Ibu Elisabet Yuliastuti, pemimpin redaksi (pimred) Tabloid KOKI sebulan lalu (Maret 2009). Beliau memutuskan memilih DKU, untuk diangkat di kolom profil. Bukan tanpa alasan, karena Tabloid KOKI akan menerbitkan Edisi Spesial. KOKI kali ini khusus mengangkat tema booklet "Meraup Untung dengan Donat Bertopping", edisi awal April 2009.

Ceritanya pun berlanjut. Tanggal 25 Maret 2009, beliau menugaskan jurnalis khusus (staf dapur uji), chef Meychel, dan fotografer tabloid KOKI untuk meliput berita DKU di Jombang. Bersama chef Meychel, seharian kami melakukan uji di dapur DKU. Khusus donat DKU kualitas standar, dengan harga kelas Rp 500, Rp 1000, dan Rp 2000.

Tak hanya donat DKU. Kue Gupal produksi DKU, sebagai kue oleh-oleh khas Jombang juga kebagian uji dapur. Kali ini KOKI benar-benar membuktikan. Bahwa memang benar, KOKI melihat rumah produksi DKU hanya dengan alat sederhana yaitu hand mixer, oven sederhana yang difungsikan sebagai steamer, dan alat-alat rumah tangga layaknya rumah tangga pada umumnya.

KOKI benar-benar melihat. Yang ada yaitu sebuah kesederhanaan. Kedai DKU mencerminkan sebuah tekad sederhana, tapi tersirat filosofi sangat dalam. Tekun dan konsisten untuk senantiasa menyintai produk dalam negeri. Sebuah idealisme menyampaikan pesan kepada generasi untuk senantiasa kreatif. Menyintai bahan baku lokal, dan meramunya menjadi donat bermutu, dan berkelas dunia.

Setelah selama 2 minggu kami menunggu, kami mendapat kabar dari Chef Meychel, Tabloid KOKI. Tanggal 9 April 2009, Profil Donat Kampoeng Utami (DKU) ada di Tabloid KOKI. Judul beritanya yaitu: Rosidah Widya Utami - DKU Jombang, Hobi Membawa Kesuksesan. Bagi DKU, judul profil itu merupakan sebuah pilar baru, memberikan kekuatan bagi kami untuk terus mengabarkan kepada dunia. Mengampanyekan kesuksesan produk olahan lokal Indonesia.

DKU akan terus membuktikan dan mengabarkan, bahwa donat kampung sebagai produk lokal Indonesia, akan tetap survive dan berkembang di tengah derasnya arus slogan dan merk-merk modern. Bahkan lebih dari sekedar survive. Perkembangan aplikasi ramuan DKU, justru akan terus berkembang dan menggurita di kawasan Asia Tenggara. Sekali lagi, terima kasih KOKI.

Saya atas nama DKU Donuts juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh media TV, majalah, tabloid, dan koran di Indonesia. Yang telah mengangkat berita dan profil perjalanan panjang Donat Kampoeng Utami, diantaranya Tabloid NOVA, Jawa Pos Radar Mojokerto, Trans TV Wisata Kuliner, Harian Surya, Majalah Wacana Mitra Indofood-Bogasari, Tabloid Ritel Alfamart, Tabloid LeZAT, Tabloid Nakita, Harian Kontan, Dhoho TV, Sampoerna DjiSamSoe, Majalah Tarbawi, Tabloid Iklan Jombang, Majalah Nahdlah NU Jombang, djombang dot com, Radio Suara Jombang FM, Radio Citra FM, dan Radio Delta FM Jakarta.

Wednesday, February 04, 2009

Donat Kampung Jombang Indonesia Kelas Dunia, Harga Murah, Rasa Mewah

Dikutip dari : Nova Online, Jumat 30 Januari 2009
Nova Edisi Cetak : 26 Januari 2009, page: 42-43

Donat Kampung Masuk Kota, Harga Murah, Rasa Mewah

Usaha yang digawangi Rosidah Widya Utami (35) ini, kelihatannya sepele. Ia "cuma" berjualan donat kampung seharga Rp 500. Tapi soal rasa? Tak kalah wah dengan yang dijual di mal-mal. Kini, donat produksinya sudah singgah ke kota-kota besar. Bahkan dijual di luar negeri.

Donat Kampoeng Utami (DKU), demikian Utami menamai dagangannya. Dengan harga Rp 500 dan cara promosi memanfaatkan fasilitas blog, DKU asal Jombang dikenal luas. Malah, donat jenis premium buatan Utami, juga sudah diproduksi dan dijual di beberapa gerai mewah -- --------.


Memperkenalkan produknya hingga ke Mancanegara, diakui Utami tidaklah mudah. Delapan tahun Sarjana Fakultas Ilmu Administrasi Univeritas Brawijaya ini melakukan riset demi menemukan formula yang pas untuk membuat donat berkualitas.

Kecintaan Utami pada tata boga memang sudah terbangun sejak remaja. Adalah sang ibu yang

menularkan kemahiran memasak padanya. Cinta itu terus berlanjut sampai ke perguruan tinggi dan ketika mulai bekerja di perusahaan sepatu di Jombang. "Saya menerima pesanan kue dari teman-teman kantor. Pokoknya, saya cinta sekali dengan dunia boga. Meski seharian sudah capek bekerja, tapi kalau ada pesanan kue, rasa pegal itu hilang," imbuhnya.

Akhirnya, setelah menikah, Utami putar haluan. Dia berhenti kerja dan membuka toko kelontong di rumah. Selain memberikan hasil, ia merasa bisa lebih fokus mengurus anak. Kembali "jiwa boga"nya memanggil-manggil. Alhasil, ia menutup toko kelontong dan sebagai gantinya, "Saya jualan kue. Fokusnya jualan donat."

Utami memilih donat bukan tanpa alasan. "Meski bukan asli makanan Indonesia, tapi donat dikenal kalangan masyarakat atas sampai bawah."

Pakai Label

Awalnya, utami melakoni hampir segalanya. Mulai membuat hingga menjual, dilakoninya sendiri. Berhubung belum tahu teknik pemasaran yang bagus, donatnya hanya dijajakan ke sekolah TK, tempat pengajian, bazar, sampai dititipkan di tukang sayur keliling. "Bagi saya, yang penting laku. Apa pun caranya," katanya.

Hasilnya? "Jauh dari harapan." Hampir setiap hari, antara yang terjual dan sisanya, selalu lebih banyak sisa. "Padahal, menurut saya, donat buatan saya murah, enak, dan bersih. Saya juga heran, kok, enggak laku." Di tengah kebingungan, muncul ide segar. Bersamaan dengan ditemukannya nama yang pas, Donut Kampoeng Utami, produknya dikemas secara menarik, diberi label yang berisi alamat lengkap dengan nomor telepon plus layanan SMS. "Label, kan, ibarat kartu nama. Dari 100 buah donat yang terjual, logikanya, 100 orang jadi tahu nama dan alamat tempat tinggal saya."


Benar saja. Telepon di rumahnya terus berdering. Sebagian memesan, lainnya sekadar tanya harga. "Bagi saya, tak masalah. Yang penting, orang sudah kenal DKU," kata Utami yang sejak itu banyak komunitas ibu-ibu pengajian di Jombang memilih donat bikinannya sebagai suguhan.

Singkat cerita, DKU makin populer. Bisa dibilang, jadi ciri khas oleh-oleh Jombang. Selain rasanya enak, harganya pun murah, yakni Rp 500 per buah! "Buat saya, jual kue di mal dan laku, itu wajar. Tapi bagaimana caranya menjual kue buatan kampung tapi bisa laku, itu yang jadi tantangan," ujar Utami.


Rambah Dunia Maya

Lantas apa lagi yang dilakukan Utami? Ia mulai memasuki dunia maya, membuat blog. "Setiap kegiatan saya mengembangkan usaha, saya tulis." Di sisi lain, ia juga meningkatkan kualitas dan melakukan inovasi. Utami tak lagi sekadar membuat donat kampung standar bertabur gula halus seharga Rp 500, melainkan juga aneka varian. Ada donat rasa stroberi dan melon yang dibandrol Rp 1.000, atau donat cokelat dan keju seharga Rp 2.000.

Donat varian baru ini dinamainya donat premium. Tak mudah menemukan formula donat jenis ini. Secara kualitas, rasanya tak kalah dengan donat kelas mal, tetapi harganya jauh lebih murah. Untuk bisa menciptakan donat dengan rasa istimewa, ia perlu waktu cukup panjang dan tak jarang mengalami kegagalan. Kini donat premium Utami dalam proses hak paten.

Agar tidak merusak pasar, Utami tak memasarkan produk premiumnya ini di sembarang tempat. "Sengaja tak diproduksi secara massal, sebab bahannya memang pilihan dan harganya di atas yang sudah ada. Untuk itu, saya sengaja menawarkan pada investor yang berminat untuk mengembangkan," tutur Utami yang pernah mendapat kunjungan 40 orang ibu (pengusaha) ---- --------.


Dilirik Investor Asing

Usaha Utami tidak sia-sia. Beberapa bulan lalu, datang seorang investor ---- -------- yang mengetahui kiprahnya lewat blog. Setelah bertemu, sang investor minta dibuatkan satu paket donat premium yang diinginkan. "Ternyata cocok. Saya dan keluarga lalu diminta -- ------- untuk teken kontrak kerjasama." Selain itu, sambungnya, selama tiga bulan -- -------- , Utami juga diminta untuk mengajari para karyawan soal ilmu membuat donat.

Utami berkisah, sekarang produk donat tersebut sudah besar sekali -- -------- . "Sudah punya tiga cabang besar dan mewah dengan nilai investai milyaran rupiah," kata Utami sambil bertutur, setiap bulannya dia mendapat royalti cukup besar dari investor tersebut.


Masih menurut Utami, sebenarnya dia tidak akan menyerahkan formula donat tersebut kepada pengusaha asing andai saja ada investor lokal yang berminat mengembangkannya. Utami merasa, pengusaha Indonesia sepertinya justru lebih tertarik membeli karya dari orang asing ketimbang karya bangsanya sendiri.


"Orang kita lebih senang membeli franchise yang berasal dari luar negeri. Padahal, orang kita bisa, kok, membuat donat selezat buatan luar negeri. Nyatanya, karya saya sekarang sejajar dengan buatan luar negeri," ujar Utami sambil menjelaskan, -- -------- harga donat "temuan"nya itu dijual sekitar Rp 5 ribu.


Diundang Mengajar

Keinginan Utami, saat ini terus melakukan eksperimen untuk mencari formula donat yang lebih istimewa lagi, sekaligus berharap ada investor lain lagi yang mengajak kerjasama, mengembangkan. Akibat kesuksesannya, Utami juga sering diminta beberapa perguruan tinggi untuk member materi kewirausahaan.

Kendati sudah berhasil menciptakan donat kelas premium, namun untuk keseharian Utami tetap memproduksi donat kelas standar yang dijual dirumah atau secara pesanan. Untuk saat ini, Sembilan puluh persen terjual secara pesenan, sedangkan selebihnya membeli langsung di toko kuenya yang menempati sisi kanan rumahnya. Minimal 500 donat kampong ia produksi per hari. Nah, siapa tertarik berbisnis donat? Semangat Utami ini bisa menjadi cambuk yang bermanfaat.


Gandhi Wasono M.
Foto: Gandhi Wasono M./NOVA, Dok.Pribadi

Dikutip dari : Nova Online, Jumat 30 Januari 2009

Monday, January 26, 2009

Libur Imlek, Donat Kampung di Tabloid NOVA, Saya Di Masjid Cheng Ho

Saya tidak tahu, apakah ini suatu kebetulan. Hari ini, Senin 26 Januari 2009 tercatat tiga peristiwa penting mewarnai sejarah hidup saya dan Donat Kampoeng Utami (DKU). Berlibur (mengantar liburan sekolah anak-anak dan liburan Imlek ke kebun teh Wonosari Lawang-Malang), Profil (Donat Kampung Utami (DKU) di Tabloid NOVA No. 1092/XXI Edisi 26 Januari - 1 Februari 2009), Singgah (di Masjid Muhammad Cheng Ho di Jalan Raya Surabaya - Malang, Pandaan Pasuruan bertepatan tahun baru Imlek).

Berlibur: Sejak kedatangan di kebun teh Wonosari 25 Januari 2009, saya beserta keluarga bermalan di Wisma Rolas kamar 12. Sebuah kamar berada paling ujung pada lantai 2 dengan great-view pemandangan kebun teh. Tidak sendiri, di kamar lain ditempati para sahabat saya. Kami rombongan 9 keluarga yang telah bersahabat lebih dari 7 tahun. Hawa sejuk pegunungan mengingatkan masa kecil saya, saat saya masih tinggal di kampung Karang Besuki, Sukun, Malang. Tak lupa, Donat Kampung Utami kualitas standar sudah saya siapkan khusus untuk rombongan, menjadi suguhan istimewa dalam liburan kali ini.

Profil: Senin 26 Januari 2009, handphone saya nyaris tak bisa berhenti berdering. Telepon dan sms dari para pelanggan / pembaca Tabloid NOVA terus bertubi-tubi menyerang sepanjang hari. Berita Donat Kampoeng Utami di Tabloid NOVA No. 1092/XXI Edisi 26 Januari - 1 Februari 2009, kolom Peristiwa, halaman 42-43, telah menyebar ke pelosok Nusantara. Judul beritanya: "Donat Kampung Masuk Kota, Harga Murah, Rasa Mewah". Berita ahli resep donat premium Indonesia itu berasal dari desa (kampung) di Indonesia, Jombang - Jawa Timur. Hal ini tak lepas dari tulisan Gandhi Wasono M, seorang jurnalis senior Tabloid Nova yang menuturkan dengan bahasa sederhana, apa adanya, lugas, namun agresif.

Masjid Cheng Ho: Jam 12 siang, saya harus menyudahi acara liburan, segera kembali ke Jombang. Mumpung pas Tahun Baru Imlek, sekitar jam 2 siang saya sempatkan singgah di Masjid Muhammad Cheng Ho di Pandaan, Pasuruan. Pembangunan masjid bergaya Cina tersebut kabarnya diprakarsai oleh warga keturunan Thionghoa yang tergabung dalam Pembina Iman Tauhid Islam atau PITI, yang dulu dikenal sebagai Persatuan Islam Thionghoa Indonesia. Masuk area masjid Cheng Ho terasa seperti masuk negeri Tirai Bambu. Bangunan Masjid Cheng Ho ini tampaknya hasil perpaduan gaya arsitek Cina dan gaya arsitek bangunan masjid Arab-Indonesia. Warna merah pun mendominasi bangunan Masjid Cheng Ho layaknya di China. Jadi tak heran apabila banyak pelancong dan musyafir memanfaatkan untuk singgah beribadah di masjid ini.

Tertarik kisah, sejarah, dan filosofi Cheng Ho? Silakan baca buku karya Prof. Kong Yuanzhi, 'Muslim Tionghoa Cheng Ho, Misteri Perjalanan Muhibah di Nusantara', Penyunting: Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma, Pengantar: Prof. Ali Yafie, Penerbit: Yayasan Obor Indonesia, 2000. Buku setebal 299 halaman ini juga bisa dibaca online melalui e-book di Buku Google (mudah-mudahan masih bisa diakses). E-book silakan klik disini: Cheng Ho, Misteri Perjalanan Muhibah di Nusantara.

Saturday, January 24, 2009

Imlek, Warga Tionghoa Serbu Donat Kampung

Tahun Baru Imlek 2009, donat kampung benar-benar sudah menjadi pilihan warga Tionghoa. Perayaan mereka tahun ini boleh dibilang lebih seru dari tahun sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, selain kue keranjang, warga Tionghoa juga serbu donat kampung. Ternyata donat kampung ukuran mini ini sudah menjadi kue alternatif dalam acara mereka. Selain bentuknya unik, Donat Kampung Utami ini juga sangat istimewa. Termurah, harga donat kampung cuma Rp 500 (donut mini), Rp 1000 (medium size), Rp 2000 (big size). Sebuah tawaran harga yang luar biasa dan istimewa bagi pelanggan Donat Kampoeng Utami. Donat Kampung Utami merupakan satu-satunya pilihan donat berkelas, sehat, termurah, dan telah terjamin kehalalan-nya karena lulus uji LPPOM MUI.

Tak heran, walaupun namanya donat kampung, namun donat ini sangat disukai semua lapisan masyarakat Indonesia. Apalagi kini, inspirasi Donat Kampung Utami juga telah menjadi kiblat bagi pengusaha kue lainnya di Indonesia. Yaitu sebagai kue sehat, berkelas, halal, dan termurah di Indonesia. Donat Kampung Utami bahkan terkenal sampai luar negeri. Pelanggan donat kampung pun tak perlu kawatir keluar banyak uang. Pembelian tak harus setengah lusin atau selusin. Recehan Rp 500 sudah bisa menikmati Donat Kampung Utami. Setelah menikmati satu potong donat, silakan boleh borong semua donat kampung buatan saya.

Donat Kampung Utami, merupakan trend donat masa depan rakyat Indonesia. Perjalanan panjang donat kampung juga telah cukup memberikan warna dalam dunia donat Indonesia. Embrio Donat Kampung Utami, yang lahir dari sepanjang trotoar, pedagang sayur keliling, sekolah-sekolah, pameran produk UKM, hingga akhirnya resepnya telah terbang sampai ke mancanegara. Kini, bola di tangan investor Indonesia untuk membangun Indonesia dengan kekuatan lokal. Save Our Nation, Indonesia.

Tuesday, January 20, 2009

Donat Kampung Utami Luncurkan Program BEASISWA BAKTI DKU 2009

Donat Kampoeng Utami (DKU), Ahlinya Donat Kampung Indonesia, atau kini juga dikenal sebagai dku.donuts Indonesia, yang didirikan oleh Rosidah W. Utami, mempersembahkan program beasiswa prestasi bagi siswa/siswi SD/MI/Sederajat di wilayah kota Jombang-Jatim. Ditujukan bagi anak-anak yatim/duafa yang berprestasi, program ini diluncurkan kali pertama pada tanggal 28 Desember 2008, bertepatan dengan Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1430H, dan diberi nama "BEASISWA BAKTI DKU 2009".

Pendaftaran dibuka tanggal 1 Januari s/d 17 April 2009. Pengumuman calon penerima beasiswa selambat-lambatnya 24 April 2009 melalui website www.dkudonuts.co.cc. Penyerahan beasiswa bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2009. Kriteria calon penerima beasiswa, dan formulir pendaftaran dapat diperoleh secara cuma-cuma di kedai DKU, atau silakan download (klik-kanan, save as), sebagai berikut.
Diharapkan, program ini dapat memberikan stimulasi, kesetaraan, dan kesempatan kepada anak-anak kaum duafa sehingga juga memperoleh fasilitas pendidikan yang lebih baik.

Berjuta terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung DKU dalam program beasiswa ini. Mudah-mudahan program beasiswa ini berkelanjutan, serta dapat menjadi inspirasi yang lain untuk ikut berperan serta membangun Jombang yang lebih baik. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, memberikan barokah atas kebaikan kepada pihak-pihak yang telah men-support program beasiswa ini.

Monday, January 05, 2009

Akhirnya Tembus SCTV, Donat Kampung Utami di Liputan 6 JATIM

Sebuah perjalanan panjang, 8 tahun sudah saya mengabarkan kepada dunia tentang kekuatan donat kampung Indonesia. Bertahun-tahun energi luar biasa besar saya curahkan untuk mengampanyekan Donat Kampung Utami. Jauh sebelumnya, saya telah memprediksi, bahwa pada akhirnya donat kampung akan popular di kalangan media dan masyarakat Indonesia. Kini sebuah realitas, di awal tahun 2009, bagaimanapun donat kampung merupakan salah satu jajanan yang tetap survive di tengah lilitan krisis global. Donat kampung Rp 500,- buatan saya yang selalu disukai dan dirindukan masyarakat Indonesia.


Sebuah perjuangan luar biasa besarnya bagi saya. Berita donat kampong Rp 500 buatan saya, pun telah ke sekian kali terbaca juga oleh media televisi nasional. Hari ini, Senin 5 Januari 2009, akhirnya tembus SCTV, berita Donat Kampoeng Utami di Liputan 6 Pagi Jawa Timur, yang diliput koresponden SCTV, Bambang Ronggo. Berita tentang donat kampung ini dapat diakses melalui Youtube sebagai berikut. Donat Kampung Utami di Liputan 6 melalui Youtube.


Sebelumnya, atas dukungan teman-teman jurnalis, profil Donat Kampung Utami juga diangkat di media radio, koran, dan TV. Perjuangan panjang donat kampung, yang mengangkat karakter kampung dan unsur-unsur lokal ini, diantaranya dimuat oleh media Jawa Pos, Trans TV, Harian Surya, Majalah Wacana Mitra Indofood-Bogasari, Tabloid Ritel Alfamart, Tabloid Lezat, Tabloid Nakita, Harian Kontan, Radio Suara Jombang FM, Radio Citra FM, dan Radio Delta FM Jakarta.


Terima kasih SCTV, terima kasih Liputan6, terima kasih para jurnalis, reporter, dan media. Terima kasih pelanggan dan pecinta donat kampung Indonesia. Mudah-mudahan, donat kampung semakin digemari masyarakat Indonesia.

Google Search