Melayani Tepung Premix Donat Enak Empuk Halal ala DKU sudah dipakai di Malaysia Brunei Singapore. Juga melayani kursus aneka kue ke seluruh Indonesia & luar negeri. Hubungi Rosidah Donat DKU Sms/WA 0858-5035-8188. Mohon Tidak Copy-Paste Isi Blog ini Tanpa Se-Izin dari Pemilik Blog Donat Kampung Utami - DKUDONUTS. Blog DKU Donuts ini selalu posisi No.1 versi Google Search Indonesia (google.co.id) untuk kata kunci "DONAT INDONESIA".

Thursday, December 31, 2009

GUSDUR, Selamat Jalan Presiden Selamat Jalan Guru Bangsa Selamat Jalan Pahlawan, Selamat Jalan Putra Jombang


GUSDUR, bagi warga Jombang bukan ‘mantan’ Presiden RI ke-4. Tapi Gusdur bagi masyarakat Jombang tetap presiden. Dan inilah, ungkapan hati seorang pembuat kue donat.


Hati kami kuat terpatri hormat. Sangat dalam cinta kami akan nilai keteladanan. Tak dapat diputus dengan ikatan legal-formal protokoler  kenegaraan. Ikatan psikis kami tetap kokoh dalam jiwa. Padamu maha guru kami, Gus Dur. Dan bagi jiwa kami, Gusdur tetap presiden rakyat. Namamu akan dikenang sepanjang sejarah. Sebagai presiden rakyat sepanjang massa. Gusdur, senantiasa membuat hati kami dingin dan ikhlas. Guru bangsa ini ketika hati kami galau, guru bangsa ini ketika negeri ini kacau. Sungguh, kini kami kehilangan maha guru itu, apalagi ketika melihat semua persoalan bangsa ini yang tak kunjung selesai.

Ada apa ini? Sebuah firasat. Wajar jika hati kami bertanya. Dan kami pun menjadi sesak nafas. Ada apa ini? Mengapa kedatangan Gusdur ke Jombang beberapa hari lalu beritanya menjadi meledak-ledak. Headline berbagai media massa di Indonesia menulisnya. Tidak seperti biasanya. Media massa beritakan Gusdur melebihi sebelumnya. Ada apa ini? Beberapa hari lalu 24 Desember. Banyak media massa dan media online pun menulis Gusdur dalam dua tajuk berita sekaligus. Gus Dur berziarah ke leluhur dan Gusdur jatuh sakit masuk rumah sakit. Ketika itu, kami pun terus berdoa demi kesembuhan Gusdur. Berharap supaya Gus Dur diberi-NYA sehat kembali. Berharap dapat membuat hati kami tenang. Sambil menanti dan mimpi. Kapankah negeri ini menjadi terang.

Kemarin 30 Desember 2009, Jam 7 malam lebih, ketika saya dalam perjalanan ke Menturo Sumobito, menghadiri undangan Cak Nas di acara Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), Pengajian Padhang mBulan se-Nusantara 2009 dan Pertunjukan Gamelan Kyai Kanjeng. Ada pesan singkat dari Bunda Nani Tandjung dari Teater Kail Jakarta. Berita duka Gusdur wafat, Innalillahi. Saya menarik nafas panjang. Karena sebuah pengharapan tak tersampaikan. Suasana hati menjadi galau. Kegembiraan dalam perjalanan menuju Padhang mBulan terusik. Karena guru terbaik bangsa Gus Dur dipanggil Yang Maha Kuasa.

Pun demikian, saya tetap semangat menuju Menturo Sumobito Jombang ke acara Padhang mBulan. Menyampaikan salam dari ibu saya kepada Cak Nun dan Cak Fuad. Karena kebetulan ayah saya, Mukhsin Ahmadi (almarhum, 14 Juli 2009) juga sahabat Pak Fuad, dosen di FPBS IKIP Malang, sekarang menjadi Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pak Fuad di jurusan sastra Arab, sedangkan Bapak di sastra Indonesia. Tulisan dan pemikiran Bapak, lebih fokus pada kritik sastra.  Tak luput juga kritisnya atas karya-karya WS Rendra. Karena semua karya Rendra, Bapak membacanya.

Dalam 2 tahun terakhir, Bapak juga aktif dan focus di komunitas Kyai Kanjeng di Jogja atas undangan Cak Nun. Bapak terakhir bertemu Cak Nun pada bulan Mei 2009, saat mengantar para mahasiswa Sastra Universitas Negeri Malang dalam kegiatan studi lapangan dan pertukaran budaya Melayu dengan mahasiswa dari Malaysia ke CNKK Kyai Kanjeng di Jogja. Yang saat itu juga dihadiri budayawan besar WS Rendra (almarhum, 6 Agustus 2009).

Seorang Mukhsin Ahmadi, ayah saya, sebagai kritikus sastra telah telah berpulang kepada-NYA. Disusul Rendra yang budayawan besar telah berpulang juga kepada-NYA. Terlebih lagi, kini kami kehilangan Gus Dur, sang guru bangsa. GUS DUR. Sungguh, jasamu terlalu besar kepada bangsa ini. Selamat Jalan GUS DUR, Selamat Jalan Presiden, Selamat Jalan Guru Bangsa, Selamat Jalan Pahlawan, Selamat Jalan Putra Terbaik Jombang, Selamat Jalan Tokoh Terbaik Indonesia.

Saturday, December 26, 2009

NANI TANDJUNG dari Teater Kail Jakarta di Roshberry Café Maknai 5 Tahun Tsunami Aceh melalui Kumpulan Puisi “Bila Cinta Tak Sampai”

Dunia sastra, teater, seniman, dan puisi pasti mengenal siapa Nani Tandjung. Seorang tokoh sastra, seniman, monolog, sekaligus pimpinan Teater Kail Jakarta. Adalah kemarin, Jumat 25 Desember 2009 pukul 20.00, Nani Tandjung, seorang sosok wanita tegar kelahiran Sibolga, 26 Agustus 1950 di Roshberry Café. Membacakan syair-syair dari kumpulan puisi karyanya berjudul “Bila Cinta Tak Sampai”.

Syair-syair Nani Tandjung tersebut bercerita tentang gempa yang melanda Aceh, Nias dan Sumatera Utara, lima tahun silam 26 Desember 2004. Kumpulan puisi yang terdiri atas 86 judul tersebut sengaja digarapnya sehari setelah bencana tsunami Aceh.

Acara yang disponsori Roshberry Donuts & Coffee itu dikemas dalam diskusi sastra, puisi, dan doa bersama mengenang peristiwa bencana alam terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Sekitar satu jam, Nani Tandjung membacakan puisi karyanya di hadapan 40 hadirin, kemudian dilanjutkan dialog.

Sangat mengesankan. Pilihan bahasa lugas, tegas, membakar jiwa, dan menyentuh hati. Membangunkan jiwa  para penikmat sastra di Jombang, seolah-olah terbawa pada kejadian sesungguhnya. Banyak pesan moral disampaikan, serta nilai-nilai filsafat ketuhanan. Dalam syair berjudul "Ekor Naga Itu Mengibas", disebutkan "Kemarin, Minggu 26 Desember 2004 sekitar pukul 08.00, rupanya dua naga masih bertubrukan, Saling tindih menindih, Saling dorong mendorong penuh kekuatan......". Dalam penjelasan dan dialog, Nani Tandjung menjelaskan bahwa kejadian dasyat yang mengguncang Aceh tersebut, sebenarnya sebagai wujud kecintaan Tuhan terhadap rakyat Aceh.

Nani Tandjung merupakan seorang seniman yang sangat peka terhadap persoalan masyarakat saat ini. Sehingga tema puisinya juga banyak mengangkat persoalan social masyarakat yang tak kunjung terselesaikan. Hatinya tersentuh, semangatnya membakar, mengingatkan kepada kekuasaan melalui berpuisi.

Diakhir acara, Nani Tandjung mengapresiasi kegiatan yang diusung Roshberry. Menurutnya, Roshberry café layak sebagai bagian dari café budaya. Beliau juga memberikan pesan moral untuk senantiasa menjaga budaya dan kearifan local. Nani Tandjung sangat mendukung, sebaiknya Roshberry Café menjadi katalisator lahirnya pemuda pelestari budaya local, melalui diskusi sastra dan budaya, sampai seni pertunjukan.

Monday, December 14, 2009

Tembus Liputan 6 Siang SCTV, Donat Kampung Kualitas Premium

Donat Kampoeng Utami, donat buatan Jombang tembus siaran nasional berita Liputan 6 Siang SCTV. Ini adalah kali kedua Donat DKU tembus SCTV.  Dan pada akhirnya, donat karya asli Indonesia, lebih Mantap!

Minggu 13 Desember 2009 Donat Kampung Kualitas Premium tembus berita nasional di liputan 6 siang SCTV. Berita yang diliput oleh Reporter Bambang Ronggo dari SCTV itu berjudul: Donat Murah Meriah Datangkan Jutaan Rupiah. Sedangkan video streaming liputan 6, dapat diakses di : Video Donat Kampung Tembus Liputan 6.

Hal ini mengingatkan saya pada  awal 2009 lalu. Tepatnya 5 Januari 2009 Donat Kampung di liputan 6 Jawa Timur. beritanya juga telah saya posting dengan judul: Akhirnya Tembus SCTV, Donat Kampung Utami di Liputan 6 JATIM. Video berita donat kampung ini juga dapat diakses melalui Youtube sebagai berikut. Donat Kampung Utami di Liputan 6 melalui Youtube

Donat Kampoeng Utami atau DKU sudah lama dikenal warga Jombang, Jawa Timur dan sekitarnya. Usaha yang saya kelola ini sudah berlangsung sejak 2001 silam. Untuk donat kualitas standar, harganya pun tetap bertahan dari dulu hingga sekarang. Karena hobi menikmati donat, maka saya selalu konsisten melakukan  uji resep donat kualitas internasional selama bertahun-tahun. Cita rasa dan bentuk donat DKU tak kalah dibanding donat buatan luar negeri.

Tak heran jika donat khusus dengan kualitas medium dan premium, seharga Rp 3000 sampai Rp 4000 selalu diburu pelanggan dari berbagai kota di Indonesia. Beberapa media cetak dan televisi nasional juga kerap kali menyambangi Cafe DKU yang berlokasi di dalam area B-Mart Swalayan Jombang. Dari kafe tersebut, para pemikir muda Jombang juga mulai lahir dari sana. Para profesional, akademisi dan mahasiswa, juga sering mangkal di sana, dan duduk-duduk berlama-lama internetan (free wifi zone), makan donat premium dan minum kopi.


Monday, December 07, 2009

Jombang Kafe Modern: Roshberry Café; Cafe Donut, Café Hotspot, Café Inspirator, Café Eksekutif, Cafe Komunitas, Cafe Mahasiswa

Kafe-kafe bertebaran di seluruh Jombang. Kini, cafe bukan sekadar tempat santai. Roshberry Café contohnya. Sebuah kafe modern seluas 60m2 dekat “budaran UNDAR”, tepatnya berlokasi di B-Mart Swalayan Lantai 2 Jombang. Dari kafe tersebut, pemikiran-pemikiran pro kemajuan Jombang digodok. Para pemikir muda Jombang juga mulai lahir dari sana. Para akademisi dan mahasiswa, juga mangkal di sana. Minum kopi, biar bisa iqro’
tahan lama, katanya.

Spirit perubahan itu mulai tertanam. Hari ini, Senin 7 Desember 2009, di akhir tahun 2009, di kafe Roshberry, berkumpul para pemikir perwakilan dari dewan, pemerintah, NGO, tokoh, jurnalis, akademisi, mahasiswa dan kelompok masyarakat lainnnya. Menarik perhatian publik, membakar semangat perubahan. Semua berasal dari pojok kafe ini. Kafe Roshberry, disiapkan untuk memiliki kekuatan mengubah jalan sejarah.


Para professional seperti dokter, praktisi hukum, ekonomi, social, budaya, dan politik juga terbiasa nongkrong di kafe Roshberry. Setiap lepas aktifitas, para praktisi itu kerap terlihat berdialog  dengan komunitasnya di kafe. Menanyakan berbagai macam persoalan seputar bidang mereka. Di situ mereka biasa duduk rileks, makan donat sambil minum ‘teh tarik’, menu khas Roshberry. Teh yang dicampur susu itu, panas dan nikmat katanya.

Sajian berbagai soft-drink ada di kafe Roshberry. Ada juice strawberry, leci, mangga, apel, melon, dan buah-buahan lain. Di samping teh dan kopi, juga bisa mencoba minum cocktail buah segar. Sambil ngobrol anda bisa internetan gratis, nge-cas baterai juga disediakan secara gratis di kafe Roshberry. Mengesankan, karena dari kafe Roshberry terlahir banyak forum diskusi, dialog, dan debat para pemikir dan tokoh-tokoh di Jombang. Segala persoalan publik, dari politik, ekonomi, sosial, sastra, dan budaya, dibahas di kafe ini. Mereka duduk mengepung meja. Mereka bergantian bicara. Ada moderator ataupun notulen, kadang tidak ada. Dari kafe Roshberry, mereka banyak belajar tentang kehidupan dan mendapatkan inspirasi.

Setelah saya menelusuri beberapa tulisan sejarah dunia, bahwa ternyata sebagian revolusi negara-negara di dunia lahir dari kafe-kafe. Sebagai contoh di Kairo, Mesir. Para pemikir besar, dan hasil karyanya, lahir dari kafe. Ketika saya melakukan penelusuran sejarah karya sastra kelas dunia, karya sastra mereka mendunia juga lahir dari kafe. Sebagai contoh, pada awal abad ke-20, Kafe El-Fishawi di Mesir menjadi primadona. Tokoh besar Mesir seperti Syekh Jamaluddin Al-Afghani, Umar Makram, Syekh Al-Basyari, dan Abdullah al-Nadim sering terlibat diskusi hangat di kafe ini. Raksasa sastra Mesir, Naguib Mahfouz –pemenang Hadiah Nobel Sastra 1988– juga mulai membentuk pola pikir dan tulisannya di kafe ini.

Friday, December 04, 2009

Professional Jombang, Nggak ke Café Roshberry, Nggak Gaul Gitu Loh!

Café, adalah sebuah tempat dimana orang berkumpul, memesan makanan dan minuman ringan, seperti kopi panas atau soft-drink lainnya, sambil ngobrol dari yang paling santai sampai yang bikin kepala puyeng. Pembicaraannya biasanya tentang fenomena dan dinamika kehidupan, yang berfokus pada diskusi terbuka dalam sebuah topik tertentu.

Roshberry Café di B-Mart Swalayan, satu-satunya café modern di Jombang, yang mampu memberikan fasilitas ganda, yaitu ngobrol plus nge-net gratis. Perpaduan menu utama donuts, bakery, brownies, ,muffin, cake, tart, beverages. Roshberry Café,  nyaman buat ngumpul bareng, asyik buat ngobrol, nyantai buat kongkow, gaul banget, free wifi, internetan gratis dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Mantap! Professional muda Jombang, nggak ke Roshberry Café, nggak gaul gitu loh!

Definisi Café (baca: kə'fei) juga dieja kafe, adalah restoran kecil tempat minuman dan makanan ringan dijual [syn: (coffeehouse), kedai kopi, bar kopi]. Dalam kamus melayu online, kafe adalah restoran kecil yang menyajikan makanan dan minuman ringan. Menurut wikipedia, Kafe dari bahasa Perancis café. Arti secara harafiah adalah (minuman) kopi, tetapi kemudian menjadi tempat di mana seseorang bisa menikmati minuman, tidak hanya kopi, tetapi juga minuman lainnya.

Di Indonesia, kafe berarti semacam tempat sederhana, tetapi cukup menarik di mana seseorang bisa makan makanan ringan. Dengan ini kafe berbeda dengan warung. Istilah café juga dapat merujuk kepada bistro atau fasilitas restoran dalam hotel. Definisi secara bebas, sebuah café adalah restoran kecil yang menawarkan berbagai makanan dan minuman secara terbatas. Hal ini berbeda dari coffee house, yang menawarkan menu terbatas yang berfokus pada penjualan kopi.

Di kota kecil, kafe sering menjadi tempat pusat berkumpulnya komunitas untuk ngobrol, cangkru’an dan pertemuan. Di pusat-pusat bisnis, dari kota-kota besar, kafe dan kedai kopi sering terbuka hanya untuk sarapan dan makan siang, karena pengunjung akan meninggalkan café itu setelah masuk jam kerja. Sebuah café juga dapat merujuk kepada sebuah diskusi publik informal kecil. Pembicaraannya biasanya tentang fenomena, dan sering berfokus seputar diskusi terbuka pada sebuah topik tertentu.

Jadi istilah kafe akan membuat kita langsung membayangkan sebuah tempat dimana orang berkumpul, memesan makanan dan minuman ringan, seperti kopi panas atau soft-drink yang lainnya, sambil ngobrol dari yang paling santai sampai yang bikin kepala cekot-cekot. Dulu di Indonesia, tempat semacam itu cukup disebut warung kopi. Dari masa ke masa, seiring dinamika masyarakat, istilah kafe yang dulu begitu mahal dan mewah, sekarang menjadi lebih familiar, menjamur, dan tidak mahal. Sehingga istilah kafe lebih nyaman terdengar, lebih bergengsi ketimbang warung kopi.

Dari sudut pandang sosiologis, kehadiran cafe juga mempunyai fungsi dan peran strategis dalam melahirkan pemikir-pemikir yang luar biasa. Di Yogya misalnya, dari café memunculkan seniman-seniman handal  sekaliber WS. Rendra, Ebit G. Ade, Emha Ainun Najib. Tak heran jika para mahasiswa aktifis sekarang, juga lebih memilih café sebagai angkringan buat mangkal atau base came. Dinamika perubahan yang cepat, memang membuat pola perilaku semakin unik. Kalau jaman dulu (jadul), orang bertapa, merenung, dan memecahkan masalah di gunung atau pergi ke laut, kini bisa merenung dan memecahkan masalah mereka di café, atau mungkin malah refreshing  jalan-jalan ke mall.

Kehadiran Roshberry Café yang di launching 18 September 2009 pun tidak serta merta ada begitu saja. Setidaknya ide, gagasan, filosofi, dan desainnya telah dirancang dan dipikirkan secara matang dalam 5 tahun terakhir. Roshberry Café sengaja disiapkan sebagai katalisator perubahan masyarakat local menuju kehidupan modern. Masyarakat professional pun menyambutnya dengan suka-cita. Roshberry Café telah dinobatkan sebagai pioneer dan satu-satunya café modern pertama di Jombang. Hal ini sesuai dengan salah satu visi-misi Roshberry, yaitu mendukung dan membaurkan aktifitasnya di dunia akademik, social dan kemasyarakatan.
Google Search