Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Tawaran Investor

Racikan Resep Donat Premium Rosidah DKU Donuts Indonesia Itu Menjelma Menjadi Gerai Modern Terbesar di Penang Malaysia - Mereknya Nash Donuts

Rosidah DKU Donat Indonesia di Restoran Nash Donuts Penang Malaysia Penang - Malaysia, Sabtu 19 April 2008. " Racikan Resep Donat Premium Itu, Menjadi Bahan Bakar Semangat Saya ",  ( Rosidah Owner  # DKUDonuts  Indonesia ). Resep Donat Premium Rosidah DKU diterbangkan ke negeri Jiran  Malaysia tahun 2008 dan terus berkembang hingga sekarang dengan brand ternama NASH DONUTS. Inilah Kisah Rosidah DKU Donuts di Penang Malaysia  Tahun 2008   Akhirnya datang juga hari kerja saya. Saya sangat bersemangat hari itu. Racikan itu selalu autorecall seperti video-player dalam alam pikiran saya. Racikan yang hanya saya tulis dan saya simpan di dalam pikiran saya. It's very confidential recipe , dan tentu tidak akan ter-copy paste tanpa ada energi media gelombang yang sama. Sabtu, 19 April 2008 saatnya saya compare material ke seluruh semenanjung negeri Malaysia. Hari itu saya jalan-jalan, sourcing / hunting bahan bersama Pak Singh dan Pak Ismail. Mer...

Dengan Merek DKU Donuts Indonesia, Rosidah Raup Ratusan Juta Rupiah Dari Bisnis Donat

Rosidah Widya Utami kini sukses menjadi produsen donat ternama di Jombang, Jawa Timur. Dipasarkan dengan brand Donat Kampung Utami (DKU Donuts Indonesia), produk donatnya dikenal luas hingga ke luar negeri. Omzetnya ratusan juta dalam sebulan.  Berawal dari hobi membuat kue, Rosidah Widya Utami kini sukses mengembangkan bisnis pembuatan donat dengan brand Donat Kampung Utami (DKU). Omzetnya dalam sebulan mencapai ratusan juta. Selepas lulus kuliah Fakultas Administrasi Negara Universitas Brawijaya, Malang, Utami sempat bekerja sebagai tenaga administrasi. Namun, kecintaannya pada dunia masak-memasak mendorong Rosidah untuk membuka usaha sendiri.  Di tahun 2001, Rosidah Widya Utami mulai membuka bisnis aneka masakan, termasuk kue. Modal awalnya hanya Rp 100.000. Setelah beberapa bulan berjalan, Rosidah terpikir untuk memfokuskan usahanya pada satu jenis makanan. Ia pun memilih donat dengan pertimbangan kue ini termasuk jajanan yang disukai semua kalangan. Sebagai jaja...

Surat dari Kampung untuk Republik, Sudah Bukan Zaman Impor-imporan Donat, Baca Majalah Wacana Mitra Bogasari, Edisi April 2009

Beberapa kali saya telah berkirim surat kepada Bogasari di Jakarta. Akhirnya surat dari kampung pun tembus ke meja redaksi Bogasari. Selanjutnya kepada Bapak MR. Pamungkas, Team Marketing Communication Bogasari Flour Mills, saya sering share tentang kekuatan ramuan donat kampung. Begitu juga terima kasih kepada Ibu Queen Satrio, General Affairs Manajer, PT. ISM Bogasari Flour Mills yang selalu bersedia share dan mendengar informasi dari kami tentang bagaimana peran para aplikator terigu Bogasari di daerah. Terima kasih, karena tulisan saya akhirnya terpublikasi dalam Majalah Wacana Mitra Bogasari, Edisi April 2009. Surat dari Kampung: Terinspirasi Bogasari, Kini Dunia di Ujung Jari . Sudah sekian tahun saya berkampanye, mengabarkan kepada masyarakat Indonesia . Tentang dasyatnya ramuan donat kampung asli Indonesia . Wes Gak Jaman Impor Donat Maneh (Sudah bukan jamannya lagi impor-imporan donat). Kini jaman sudah berubah. Produk makanan asli ramuan Indonesia , kualiasnya sungguh ...

Detik-Detik Yang Menegangkan

Jum’at 18 April 2008, jam 8 malam adalah awal dari detik-detik yang menegangkan. Detik-detik yang luar biasa bagi saya, bagi seorang penjual donat kampong asal Jombang, East Java . Awalnya, saya mendapat air-phone dari staf hotel, bahwa saya telah ditunggu oleh Tuan Kadhar Shah dan pak Singh di Nessa Café, Golden Nasmir Hotel. Tuan Kadhar Shah , adalah seorang investor dan Saudagar Dermawan yang berpenampilan sederhana dari Negeri Penang. Atas kedermawanannya itu, Beliau juga pernah mendapat Anugerah Bintang Jasa Bakti ( Pingat Jasa Kebaktian ) dari Gubernur Penang , Malaysia tahun 2007. Sampai di Nessa Café, saya disilakan duduk oleh Beliau di meja bundar. Beberapa saat kemudian, pelayan café menghantarkan air suam (air hangat) ke meja kami. Pembukaan meeting pun akhirnya mulai digelar. Pembicaraan super serius tentang project besar dibuka oleh Beliau, sang Dermawan. Selain Pak Singh, Beliau juga didampingi seorang notaries. Sementara saya didampingi anak saya, Alfath. Tidak ...

Saya Bukan Genius

Adalah bukan saya yang mengibarkan bendera Donat Kampoeng Utami (DKU). Tapi customer, media, dan orang-orang telah membicarakan nya. Khabar DKU menggelinding begitu saja seperti bola salju. Saya bukan seorang genius ber-intelligence kuat seperti orang-orang. Dari orang-orang itu, khabar donat lezat klas Rp 500,- menggelitiki orang-orang lainnya. Saya juga tidak hiperaktif mempengaruhi bagaimana akhirnya orang-orang memilih DKU. Saya hanya mengikuti putaran waktu dan melayani keinginan orang-orang dengan kesabaran. Saya tidak pula menjual sebuah produk sebagaimana umumnya orang-orang menjual. Saya hanya melayani keinginan orang-orang secara terus-menerus. Untuk melayani sekeping donat kampung berkualitas dan menggantinya dengan Rp 500 saja. Saya bisa melakukannya. Namun saya tidak tahu, apakah orang-orang bisa melakukannya sebagaimana yang saya kerjakan. Saya bukan pula menjual seperti cara orang-orang menjual. Tapi saya telah puas melayani orang-orang yang datang pada saya untuk s...

Dari Kedai Ukuran 3x3 Meter Saja

Beberapa waktu lalu, saya di telepon seorang pengusaha dari Jakarta . Bermaksud menawar (membeli) merk Donat Kampoeng Utami. Selain itu, saya juga mendapat tawaran kerjasama (franchise) dari beberapa pengusaha local Indonesia seperti dari Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya, Balikpapan, Banda Aceh, Medan, dan Makassar. Tapi, untuk sementara saya menjawab: “Saya masih berfikir untuk mengembangkan usaha ini secara local”. Bulan lalu, Januari 2008, ada teman lama saya, seorang Manager Regional sebuah Mall berskala nasional di Makassar juga menelopn saya. Dia mengatakan pada saya, “Suatu saat brand Donat Kampoeng Utami akan menjadi marketable. Jalan terus dan fokus”. Brand DKU terilhami dari kegemaran saya menonton acara talkshow di salah satu stasiun televise Indonesia . Bahwa sesuatu yang berkesan kampung (biasanya dipersepsi sebagai “keterbelakangan / marginal / tertinggal”), pun akhirnya dapat menjadi sangat popular. Usaha donat kampung yang saya bangun sejak tahun 2001 ...